Upacara Bendera di Monjali, Ada Anak SD Main Biola Sambil Bergelantungan

Suasana upacara bendera peringatan Hari Pahlawan di Monumen Jogja Kembali, Sleman, Minggu (10/11 - 2019).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
10 November 2019 15:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Ada yang unik dalam upacara peringatan Hari Pahlawan yang digelar di pelataran Monumen Jogja Kembali (Monjali), Minggu (10/11/2019). Selain pengibaran bendera raksasa, di sela-sela upacara, perhatian peserta upacara mengarah pada lantunan biola yang dimainkan oleh seorang bocah SD sembari bergelantungan di dinding monumen.

Ketua panitia penyelenggara yang juga sebagai Manajer Operasional Monjali, Nanang Dwinarto mengatakan bendera raksasa yang dikibarkan dalam upacara peringatan Hari Pahlawan tahun ini berukuran sekitar 24 x 18 meter. Dalam upacara itu, beberapa pihak terlibat, mulai dari karyawan, pelajar, hingga mahasiswa.

“Melalui peringatan ini, kami berharap Hari Pahlawan bisa diketahui dan dihayati oleh masyarakat luas. Kami gelar dengan unik, pengibaran bendera raksasa dan diiringi biola menggelantung," ujar Nanang, Minggu.

Dalam mengibarkan bendera raksasa tersebut, kata dia, bukanlah hal yang mudah. Beberapa hal menjadi kendala, mulai dari terik matahari, hingga angin yang sesekali berhembus kencang. “Kalau yang paling unik adalah penampilan seorang siswa SD bermain biola sambil bergelantungan,” ucap Manajer Operasional Monjali tersebut.

Menurut dia atraksi bocah SD bermain biola sambil bergelantungan memberikan atmosfer yang berbeda dalam upacara tersebut. “Upacara yang kami gelar lebih heroik,” kata dia.

Kimora Goldy Hutabarat, bocah pemberani yang beratraksi bermain biola sambil bergelantung tersebut mengakui atraksi itu kali pertama ia lakukan. "Tidak ada kesulitan, enjoy saja," kata siswa Kelas IV SD Kanisius Wirobrajan itu.

Sembari bergelantungan, Kimora dengan khidmat dan penuh konsentrasi memainkan sejumlah lagu bertemakan perjuangan. Beberapa di antaranya adalah Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan Indonesia Pusaka. "Upacara ini untuk mengenang jasa pahlawan dalam mengusir penjajah. Semoga Indonesia ke depan tetap aman tidak ada yang aneh-aneh," ujar pengagum sosok pahlawan Jenderal Sudirman itu.