KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dajduk Ferianto-Antara/Suara
Harianjogja.com, BANTUL--Kenangan lucu tentang almarhum Djaduk Ferianto masih membekas di ingatan keluarganya.
Keponakan seniman multitalenta asal Jogja Djaduk Ferianto, Suci Senanti mengatakan, almarhum Djaduk dikenal sebagai seorang yang suka guyon atau bercanda baik terhadap rekan sesama seniman maupun kerabat keluarga.
"Pak Djaduk itu orangnya suka guyon (bercanda), (kalau ketemu) pasti guyon, semua orang di \'bully\'," kata Suci di rumah duka wilayah Dusun Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.
Bahkan, menurut anak kedua seniman Butet Kertadjasa yang merupakan kakak kandung almarhum Djaduk, ada salah satu kerabat keluarga yang sering mendapat sasaran guyonan dan bully-an.
"Yang paling sering dibully itu ibuku. Makanya tadi datang ke sini (rumah duka), saya masih tidak percaya, bangun-bangun, nanti yang mem-bully ibu siapa, bangun, sudah to gak usah guyon," sambung Puti Lokita, anak Elia Gupita, saudara Djaduk.
Meski awalnya masih tidak mempercayai bahwa Djaduk telah tiada, namun akhirnya keluarga menerima kepergiannya, apalagi, kata Suci, Djaduk selama ini juga dikenal sebagai seorang yang kocak dan lucu.
Djaduk mengembuskan napas terakhir karena mengalami serangan jantung pada Rabu (13/11/2019) pukul 02.30 WIB. Pemimpin grup musik Keroncong Sinten Remen itu berpulang di tengah kesibukannya menyiapkan konser musik jazz "Ngayogjazz".
"Keinginan besar saya kurang tahu, tapi rencananya ada "Ngayogjazz" pada 16 November nanti, dan tahun depan berencana ke Afrika sama Pak Butet, untuk kolaborasi sama seniman Afrika di sana," kata Suci.
Dia juga mengatakan, Djaduk Ferianto meninggal dunia diakibatkan karena terkena serangan jantung, apalagi sehari sebelum meninggal atau Selasa (12/11/2019) malam Djaduk sempat berkumpul bersama rekan-rekan Ngayogjazz, sehingga diduga almarhum mengalami kelelahan.
"Serangan jantung, gejalanya adalah tanda-tanda serangan jantung. Ada riwayat memang, kalau yang akhir-akhir ini rutin untuk cek itu diabetesnya sama asam lambung, memang ada riwayat asam lambung juga Pak Djaduk," katanya.
"Yang jelas untuk diabetes sudah cukup lama, sudah perawatan layaknya pasien diabetes, jadi memang dugaan (meninggal) karena kecapean sama mungkin serangan jantung itu," katanya.
Jenazah Djaduk disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiharjo Kasihan, Bantul untuk dimakamkan di makam keluarga di Sembungan, Kasihan, Bantul pada pukul 15.00 WIB. Ribuan pentakziah turut mengiringi proses pemakaman almarhum aktor film asal Yogyakarta itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.