Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro (kiri), menyerahkan cinderamata kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram I Made Swastika Negara, Rabu (13/11/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggelar kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/11/2019). Selain untuk memperat tali persaudaraan, kunjungan bertujuan melihat pengembangan program wisata halal di Kota Mataram.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan kunjungan yang dilakukan bersama rombongan wartawan ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan wisata halal yang dikembangkan oleh Pemkot Mataram.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dalam kunjungan ini karena program yang dikembangkan bisa disinergikan di Gunungkidul. Salah satunya untuk peningkatan pendapatan asli daerah. “Kami juga bertukar pikiran terkait dengan promosi yang memanfaatkan keberadaan media, baik cetak maupun elektronik,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, I Made Swastika Negara, mengatakan wisata halal yang dikembangkan salah satunya untuk menarik wisatawan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Menurut dia program ini dikembangkan untuk memberikan rasa aman terhadap wisatawan saat berkunjung.
Dijelaskan Swastika, dalam pengembangan wisata halal ada yang harus ditaati oleh pelaku wisata. Ia mencontohkan untuk olahan makanan yang diproduksi diwajibkan memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. “Sertifikat ini untuk menjamin kelayakan produksi sehingga wisatawan yang membeli bisa mendapatkan rasa aman,” katanya.
Selain itu, dalam pengembangan wisata halal juga mewajibkan setiap destinasi wisata menyediakan fasilitas tempat beribadah sehingga pengunjung dapat menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Hal yang sama juga berlaku di tempat menginap. “Ini tidak hanya untuk pengunjung yang beragama Islam, tapi untuk tempat peribadatan agama lain juga disediakan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.