Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi. /Dok JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-- Kasus pembacokan yang dilakukan CB, 16, warga Kulonprogo terhadap gurunya Wening Pamuji Asih, 35, terjadi karena motif asmara.
Tersangka CB merupakan siswa kelas II di salah satu SMA di Kulonprogo, tempat korban mengajar. Menurut Kapolsek, tersangka CB sudah lama jatuh cinta pada korban.
"Pelaku ini pengakuannya sangat sayang dan cinta pada korban," kata Muryanto. Hingga Kamis siang polisi masih mendalami terkait penyebab pasti pelaku nekat melukai korban yang merupakan gurunya sendiri.
Sebelumnya Wening Pamuji Asih, 35, ditemukan bersimbah darah sambil memegangi perut bagian atas di kamarnya di Desa Poncosari, Srandakan, Rabu (20/11/2019) malam. Selain luka tusuk, wajah korban juga memar. Korban kemudian dibawa ke RS UII, lalu dirujuk ke RS Sardjito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Polisi menangkap lima tersangka pembunuhan pria di bangunan bekas dapur SPPG Kendal. Kasus bermula dari perselisihan saat pesta miras.
Komdigi memeriksa laporan dugaan kebocoran data 5,7 juta akun pelanggan Fore dan menyiapkan sanksi jika ditemukan pelanggaran UU PDP.
OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja menghadirkan inovasi mahasiswa bidang sains, teknologi, agama, dan riset.
Abrasi menghilangkan laguna Pantai Trisik Kulonprogo. Kunjungan wisatawan terus menurun, sementara warga beralih mengandalkan pertanian.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.