Demi Pariwisata, Dispar Terus Genjot Atraksi Budaya

Salah satu adegan ketoprak dalam Atraksi Seni Ketoprak yang digelar di Balai Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Jumat (22/11/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
24 November 2019 20:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya menggelar atraksi berbagai kesenian lokal di di sejumlah destinasi wisata dan desa budaya sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan. Pasalnya kesenian dan kebudayaan merupakan salah satu prinsip kemajuan pariwisata.

“Ada tiga kemajuan kepariwisataan, yakni alam atau lingkungannya, kekuatan seni budayanya, dan kreatifitas yang memiliki kepedulian pada wisata,” kata Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar DIY, Wardoyo, dalam sambutannya saat acara Atraksi Seni Ketoprak yang digelar di Balai Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Jumat (22/11/2019).

Desa Sitimulyo menjadi salah satu desa yang diperioritaskan untuk gelaran atraksi budaya karena sudah masuk sebagai desa budaya dan sudah membentuk kepengurusan Desa Budaya. Terlebih desa tersebut juga sudah memiliki forum komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Desa Sitimulyo dikukuhkan sebagai Desa Budaya pada 2017 lalu, bahkan masuk kategori Desa Budaya Maju. Banyak seni dan tradisi warga setempat yang masih esksis sampai sekarang, di antaranya merti dusun yang diwarnai dengan atraksi kesenian dan pawai gunungan, tradisi daur hidup dari mulai selamatan tujuh bulanan sampai doa setelah kematian seperti tiga hari, tujuh, hari, seratus hari, seribu hari, hingga haul atau tahunan.

Selain itu juga ada tradisi wiwitan atau panen, tradisi menguras dam Kali Opak. Sejumlah kesenian di desa setempat seperti ketoprak, wayang orang, wayang kulit, srandul, salawatan, dan macapat mudah sekali ditemukan di tiap dusun.

Ketua Desa Budaya Sitimulyo, Sukirno mengatakan hampir tiap dusun ada kegiatan atraksi kesenian terutama di 11 dusun dari total 21 dusun. Selain kaya akan budaya dan tradisi, Desa Sitimulyo juga merupakan salah satu desa yang potensi wisatanya cukup besar. “Sekarang sudah masuk desa wisata berkembang,” kata dia.

Beberapa destinasi wisata yang menjadi andalan di Situmlyu adalah Stren Opak, Grojogan Watu Ondo, Candi Gampingan. Dalam waktu dekat pemerintah desa setempat juga akan menjadikan lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi dalam persampahan.

Sementara itu atraksi seni ketoprak yang digelar di Balai Desa Situmulyo tersebut dihadiri ratusan warga. Atraksi seni ketoprak yang dimainkan sebanyak 20 orang tersebut berlangsung sekitar tiga jam yang menceritakan soal aksi premanisme yang sempat terjadi pada masa lampau.