Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Presiden RI Joko Widodo membeli jajanan saat blusukan ke Pasar Kranggan, di Jalan Diponegoro, Jogja, Rabu (25/07/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Tahun kedua dilaksanakannya program Gandeng Gendong oleh Pemkot Jogja dinilai kurang optimal. Terlihat dari rendahnya keterserapan anggaran konsumsi Pemkot Jogja untuk program Gandeng Gendong yang hanya sebesar Rp2,3 miliar dari seluruh anggaran konsumsi tahun ini yang mencapai Rp48 miliar.
Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan berdasarkan hasil diskusi dengan para pelaku Gandeng Gendong, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, di antaranya adalah masih rendahnya jumlah pesanan konsumsi dari OPD. "Problem di OPD masih sedikit serapan karena banyak kelompok yang tidak siap kalau pesannya dadakan. Padahal rapat dan sebagainya itu kan tidak bisa ditunda. Makanya banyak yang justru pesan di luar anggota program Gandeng Gendong," ujarnya, Selasa (26/11/2019).
Di samping itu kemampuan masing-masing kelompok untuk membuat masakan dan pengemasan sesuai standar juga jadi alasan OPD lebih suka pesan makanan di luar pelaku usaha kuliner anggota Gandeng Gendong. “Ini juga jadi pekerjaan rumah kami, agar setiap kelompok memiliki standar kualitas yang sama,” ucap dia.
Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya sejumlah persoalan internal kelompok, seperti misalnya banyak anggota kelompok yang tidak aktif, hingga ada kelompok yang bahkan anggotanya sendiri tidak tahu kalau sedang banyak orderan.
“Ditemukan pula pencatutan nama kelompok oleh restoran besar. Ada satu kelompok yang sudah kami beri sanksi dengan dihentikan pesanannya karena namanya dipakai restoran, sementara anggotanya tidak tahu," ujar dia.
Telat Bayar
Adapun di internal Pemkot, kata dia, hal yang acap jadi keluhan para pelaku usaha anggota Gandeng Gendong, yakni mekanisme pembayaran yang lambat, yang rata-rata memerlukan waktu setidaknya satu minggu setelah pemesanan.
Dia mengungkapkan persoalan ini sudah terjadi lama dan untuk mengantisipasi telah dibuat mekanisme pelaporan setiap bulan. "Pembayaran teknisnya, ini kalau bisa secepatnya. Nanti kami akan panggil bendahara-bendahara OPD untuk menyelesaikan persoalan keterlambatan pembayaran ini," ujarnya.
Persoalan berikutnya yakni soal pemerataan, ia mendapati banyak kelompok yang cepat dapat pesanan tapi di sisi lain banyak pula yang masih seret pesanan. Hal ini juga telah diantisipasi dengan pembagian setiap OPD untuk pesan di kelompok yang telah ditentukan. "Sebenarnya OPD punya kewajiban untuk membeli di situ, tapi malah setelah diterapkan sistem ini justru ada yang tidak laku. Ini yang akan coba kami perbaiki lagi sistem pembagiannya agar lebih merata," katanya.
Salah satu anggota Kelompok peserta Gandeng Gendong di Kelurahan Baciro, Endang Sarbowo, mengungkapkan saat mengikuti program Gandeng Gendong awalnya kelompoknya menerima banyak order. Namun setelah sistem pembagian malah tidak ada yang pesan.
"Awal-awal dulu enak, tapi kemudian ada pembagian dari Dalbang [Bagian Pengendalian dan Pembangunan Setda Kota Jogja], kami dapat kecamatan. Sejak itu, dari Agustus lalu sampai sekarang baru satu yang nyantol. OPD di tingkat Pemkot semuanya memang pesan ke kelompok Gandeng Gendong, tetapi di level kelurahan dan kecamatan tidak selalu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, dari lonjakan Alprazolam, wisata, cuaca, hingga dorongan perbaikan PSSI.
Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026.
Bus KSPN Malioboro–Parangtritis jadi pilihan wisata hemat Rp12.000 dengan jadwal reguler dan akses mudah ke Pantai Parangtritis.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan layanan malam. Mudah tanpa ke Satpas.
Layanan DAMRI rute Jogja–YIA dan Jogja–Semarang jadi pilihan utama dengan tarif terjangkau, jadwal rutin, dan akses mudah dari berbagai titik.