OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat, pada awal musim hujan ini, BPBD Bantul masih melakukan dropping air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan beberapa sumber mata air di Bantul dalam kondisi kering karena hujan belum rutin dan kebutuhan air masyarakat sangat banyak.
"Awal musim hujan seperti ini beberapa titik sumber air justru sedang kering-keringnya, karena hujan belum rutin. Jadi beberapa masih meminta dropping air, khususnya daerah Srimartani," katanya kepada Harianjogja.com pada Senin (25/11/2019).
Kata Dwi selain Srimartani, daerah yang masih sering meminta dropping air adalah Wukirsari dan juga Srimulyo. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan dropping pihak Dwi harus mengajukan dana tak terduga sebesar Rp40 juta.
"Dana untuk kekeringan sendiri sudah habis, bahkan kemarin kami minta dana tambahan, dari dana tak terduga Rp40 juta. Untuk mengkaver bantuan air bersih untuk warga yang masih membutuhkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.