Hujan Mengguyur, Petani Gunungkidul Mengaku Sukses Ngawu-awu

Ilustrasi - Harian Jogja/David Kurniawan
05 November 2019 07:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Musim hujan mulai mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sebelumnya, para petani mulai melakukan tradisi ngawu-awu. Dalam tradisi tersebut, para petani mengolah lahan dan menebar benih agar tanaman siap tumbuh saat musim hujan tiba.

Seorang petani dari Kelompok Tani Kecamatan Saptosari, Sutampi, 37, menjelaskan tradisi ngawu-awu petani di Saptosari terbilang sukses. Pasalnya, prediksi mereka dengan melakukan ngawu-awu pas ketika hujan mengguyur wilayah mereka.

"Untuk ngawu-awu padi dan jagung alhamdulillah sukses, disini hujan deras hari Jumat dan Sabtu," kata petani asal Desa Krambilsawit ini kepada Harianjogja.com, Senin (4/11/2019).

Ia menjelaskan para petani di Saptosari, Gunungkidul melakukan tradisi ngawu-awu menurut penanggalan jawa. Sehingga, ketika hujan mengguyur di awal November, proses ngawu-awu cukup berhasil.

"Kalau para petani itu ngawu-awu padi dan jagung sudah sejak sebulan lalu karena kan bisa tahan panas kalau dua jenis tanaman itu, karena info dari BMKG juga kan November hujan," ujarnya.

Ia mengungkapkan tradisi ngawu-awu dilakukan dengan harapan ketika hujan mulai mengguyur, benih-benih yang sudah ditanam sebulan lalu bisa tumbuh dengan baik. Sutampi menuturkan sebelum ngawu-awu, benih dan bibit sudah disiapkan oleh kelompok tani.

"Walaupun hujan tidak deras tapi cukup baik setelah ngawu-awu, ya semoga dalam waktu dekat ini bisa turun hujan terus," kata dia.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono menjelaskan pantauan petugas di lapangan, hujan telah mengguyur di wilayah Selatan Kabupaten Gunungkidul.

Raharjo mengungkapkan hadirnya hujan lebih awal ini tentunya diharapkan bisa membawa berkah serta harapan bagi para petani. Ia mengungkapkan untuk melihat hasil ngawu-awu selama ini tampak pada hasil pertumbuhan tanaman padi atau jagung.

"Sekarang petani sudah tanam benih setelah ngawu-awu jauh hari sebelum turun hujan," ujarnya.

Raharjo mengungkapkan hingga bulan Oktober kemarin, sekurang-kurangnya 9630 ha lahan pertanian yang tersebar di Gunungkidul sukses melakukan tradisi ngawu-awu.

Sebelumnya, DPP Kabupaten Gunungkidul telah menggencarkan olah tanah sebelum hujan. Selain itu, pihaknya juga telah membagikan bantuan alat pertanian seperti pompa air, traktor, pemipil jagung dan lainnya guna mensukseskan masa tanam 2019/2020.