Advertisement
Bantul Diprediksi Mulai Hujan Tengah November, Bagian Selatan Lebih Lambat
Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang terjadi pada masa pancaroba dan musim penghujan mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY bahwa sebagian besar wilayah Bantul kemungkinan akan diguyur hujan pada November dasarian II atau pekan kedua dan ketiga November.
Advertisement
Sementara sebagian lainnya seperti Dlingo bagian Selatan, Imogiri bagian timur, Pundong bagian timur dan Kretek bagian timu, kemungkinan diguyur hujan pada akhir November. Namun sebelum musim hujan, terjadi musim pancaroba yang sudah dimulai sejak Oktober ini.
“Musim pancaroba ini kemudian menyebabkan potensi terjadi angin kencang, pohon tumbang, gelombang pasang meningkat, serta abrasi selain disebabkan oleh anomali cuaca,” kata Dwi Daryanto, seusai rapat komprehensif persiapan menghadapi musim pancaroba dan penghujan pada akhir 2019 dan awal 2020 di Parasamya, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (29/10/2019).
BACA JUGA
Dalam pekan ini, kata Dwi Daryanto, Bupati Bantul Suharsono juga akan mengeluarkan surat edara (SE) untuk semua organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala desa, untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba dan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
“Kalau semua sarana dan prasarana sudah siap semoga manakala terjadi musibah bencana yang tak diinginkan semua bisa diantisipasi. Harapa semua info satu padu untuk mengantisipasi bencana banjir, longsor, dan angin kencang,” ujar Dwi Daryanto.
Titik longsor sejauh ini ada di wilayah perbukitan seperti Piyungan, Pleret, Dlingo, Pundong, Imogiri, Kretek, Kasihan dan Pajangan. Sementara wilayah yang berpotensi banjir berada di sekitar bantaran sungai yang tersebar di wilayah Kecamatan Kasihan, Banguntapan, Sewon, Bambanglipuro, Kretek, Jetis, dan Pundong.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul selama masa pancaroba 2018 lalu telah terjadi bencana angin ribut di 373 titik, tanah longsor 23 titik, dahan patah tiga titik, pohon tumbang 80 titik. Sebaran kejadian bencana terbanyak di wilayah Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong, dan Jetis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 26 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
Advertisement
Advertisement







