Advertisement
Musim Hujan Mendatang, Kulonprogo Tambah 40 Ha Sawah Baru
Sejumlah pejabat Kecamatan Nanggulan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo serta perwakilan Dinas Pertanian DIY sesaat sebelum memanen padi dalam seremonial panen perdana Padi Sehat di Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Rabu (9/1/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Program cetak sawah baru seluas 40 hektare di Kecamatan Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh, telah masuk tahap pembersihan lahan. Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo menargetkan proses ini dapat rampung sebelum musim penghujan tiba.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan jatuh pada November-Desember mendatang. Sebelum masuk bulan-bulan itu, kemarau diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya sampai akhir Oktober.
Advertisement
Dengan belum turunnya hujan, diharapkan bisa memudahkan kelompok tani penerima bantuan dalam proses pembersihan lahan. Jika terlambat, dikhawatirkan hujan bakal mengganggu kelancaran proses tersebut.
"Sehingga ketika musim hujan tiba, tidak ada lagi pembersihan lahan, tapi sudah masuk tahap penanaman padi. Kalau pas hujan ketersediaan air tercukupi untuk proses penanaman," kata Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugroho, di kantornya Jumat (11/10/2019).
BACA JUGA
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanpangan Kulonprogo Tri Hidayatun menerangkan pembersihan itu dilakukan secara mandiri oleh para petani penerima bantuan.
Mereka tergabung dalam empat kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Danurejo, Dusun Brangkal Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, 13 ha; Maju Tresno, Dusun Tanggulangin, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, 8 ha; P3A Tirto Rahayu, Dusun Promasan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, 13 ha dan Kelompok Tani Sidodadi, Dusun Ngaran 2, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh 6 ha.
Dengan bergotong royong, keempat kelompok tani itu membersihkan bebatuan dan kayu di lahan yang akan dijadikan sawah baru sesuai wilayahnya masing-masing. Selain tenaga manusia, proses ini turut melibatkan alat berat seperti ekskavator. Adapun seluruh tahapan proses didanai oleh Distanpangan Kulonprogo lewat APBD kabupaten.
Meski teknis pembersihan dilakukan secara mandiri oleh petani, pemerintah desa, kecamatan dan Distanpangan Kulonprogo tetap melakukan pendampingan. Setiap ada progres, kelompok harus melaporkannya ke Distanpangan guna keperluan evaluasi. "Agar kita tahu kinerja mereka sudah sampai mana, kalau ada kendala dapat ditemukan solusinya bersama-sama," kata Tri.
Ketua Kelompok Tani Maju Tresno, Dusun Tanggulangin, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Ngatiran, mengatakan proses pembersihan lahan di calon persawahan baru di dusunnya berlangsung lancar. Sampai hari ini progres pembersihan yang sudah dimulai sejak awal Oktober lalu telah mencapai 20 persen.
"Kalau kendala belum ada ya, hanya saja memang kemarin itu agak sulit dapat bego [ekskavator], mungkin karena lagi banyak pembangunan jadi belum bisa bantu disewa, tapi kemarin saya dikabari pihak pemilik bego, besok Sabtu itu sudah bisa turun," terangnya.
Ngatiran optimis proses ini akan berlangsung cepat. Pihaknya bahkan menargetkan pada 30 Oktober mendatang, pembersihan sudah rampung, sehingga petani dapat segera melakukan penanaman padi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polri Ungkap Potensi Kerugian Kebocoran Subsidi BBM-LPG Capai Rp1,26 T
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Jadwal KRL Palur-Jogja 7 April 2026 Lengkap dari Pagi hingga Malam
Advertisement
Advertisement







