Advertisement

Mahasiswa Unisa Jogja Terduga Pelaku Kekerasan Diskorsing 2 Semester

Catur Dwi Janati
Minggu, 08 Februari 2026 - 09:37 WIB
Sunartono
Mahasiswa Unisa Jogja Terduga Pelaku Kekerasan Diskorsing 2 Semester Ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Jogja resmi menjatuhkan sanksi skorsing selama dua semester kepada seorang mahasiswa berinisial AH. Sanksi tersebut diberikan menyusul dugaan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap seorang mahasiswi Unisa Yogyakarta, yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Keputusan sanksi itu tertuang dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan (Fikes) Unisa Jogja Nomor: 26/FIKES-UNISA/KD/II/2026 tentang Skorsing Mahasiswa. Surat tersebut ditandatangani oleh Dekan Fikes Unisa Yogyakarta, Dewi Rokhanawati.

Advertisement

Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa kampus telah melakukan validasi kebenaran peristiwa dugaan kekerasan melalui proses telaah secara langsung terhadap pelaku dan korban. Validasi juga diperkuat dengan bukti pendukung yang beredar di media elektronik. Berdasarkan hasil telaah itu, sanksi dijatuhkan sebagai bagian dari penegakan disiplin mahasiswa serta untuk menjamin kenyamanan dan keamanan lingkungan akademik Unisa Yogyakarta.

Selain menjatuhkan sanksi skorsing dua semester, pihak kampus juga mewajibkan pelaku untuk bertanggung jawab dan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan permasalahan. Penyelesaian dimaksud dapat ditempuh melalui pendekatan kekeluargaan maupun melalui jalur hukum sesuai dengan harapan dan tuntutan korban.

Dalam ketentuan sanksi tersebut juga dicantumkan klausul pemberhentian tetap atau drop out apabila terdapat putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap. Jika proses hukum berujung pada vonis pidana, maka sanksi skorsing akan otomatis berubah menjadi pemberhentian sebagai mahasiswa.

“Jika dalam perkembangannya pelaku secara inkrah dijatuhi hukuman pidana (berkekuatan hukum tetap), maka sanksi skorsing pada ketetapan pertama berubah menjadi sanksi Drop Out,” tegas Dewi Rokhanawati, dikutip dari rilis yang dibagikan pada Sabtu (7/2/2026).

Kasus dugaan kekerasan tersebut sebelumnya mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang menyebutkan adanya oknum mahasiswa Unisa Jogja melakukan tindak kekerasan terhadap sesama mahasiswa. Menyikapi hal itu, pihak kampus menyatakan fokus utama diarahkan pada pendampingan dan pemulihan korban.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan Unisa Yogyakarta, Prof. Wantonoro, menyampaikan bahwa institusi turut prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya, langkah cepat dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kampus karena baik korban maupun pelaku merupakan mahasiswa Unisa Yogyakarta.

“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Unisa Yogyakarta melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan secara fisik dan psikologis kepada korban. Pendampingan dilakukan dengan mengunjungi langsung kediaman korban dan keluarga, serta dilanjutkan dengan upaya rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan korban.

“Selanjutnya kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban,” tandasnya.

Unisa Yogyakarta menegaskan bahwa fokus utama institusi saat ini adalah memastikan korban mendapatkan pendampingan yang memadai. Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis dan kesehatan fisik melalui Biro Layanan Psikologis (BLP) yang dimiliki Unisa Jogja.

“Saat ini korban dalam kondisi yang lebih baik, dan akan melanjutkan pendidikan pada tahap profesi sesuai dengan harapan keluarga,” ungkap Wantonoro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Siapkan Kampung Haji di Mekkah, Targetkan Biaya Haji Turun

Prabowo Siapkan Kampung Haji di Mekkah, Targetkan Biaya Haji Turun

News
| Minggu, 08 Februari 2026, 10:17 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement