Advertisement
Go VHS 2026, Ajang Pameran Inovasi Gim hingga Kuliner Karya Siswa SMK
Go VHS 2026 Sleman menampilkan inovasi pendidikan vokasi SMK Budi Mulia Dua dari game lokal, kuliner fusion, hingga pemberdayaan UMKM. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendidikan vokasi terus bertransformasi menjadi wadah kreativitas yang tak terbatas bagi generasi muda. Hal ini dibuktikan melalui gelaran Go VHS 2026 SMK Budi Mulia Dua, sebuah ajang pameran karya (gelar karya) yang menunjukkan kompetensi siswa dalam menjawab tantangan industri kreatif, mulai dari teknologi digital hingga seni kuliner.
Ketua Pelaksana Go VHS 2026, Aulia Nurizzah Rahmajati, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bagi siswa untuk mempresentasikan hasil belajar mereka selama satu semester. Bertajuk VHS Young Talent Competition, acara ini juga melibatkan siswa tingkat SMP untuk berkompetisi dan mengenal lebih dekat dunia SMK yang kini lebih dinamis.
Advertisement
Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah pengembangan game orisinal yang mengangkat kearifan lokal Nusantara. Siswa tidak hanya belajar membuat program, tetapi juga mengemas narasi budaya ke dalam format digital 2D dan 3D yang dapat dimainkan secara luas.
"Anak-anak didorong untuk bisa membuat game sendiri. Bahkan sudah ada karya siswa kami, seperti Color Adventure, yang bisa diunduh secara umum melalui Play Store," ujar Aulia saat menjelaskan capaian di jurusan Game Development, Sabtu (7/2/2026).
BACA JUGA
Eksplorasi Rasa
Di sisi lain, sektor kuliner menunjukkan inovasi melalui konsep Fusion Pasta. Para siswa mengolah hidangan pasta khas Italia dengan sentuhan bumbu autentik Indonesia, menciptakan cita rasa baru yang unik. Selain itu, pengunjung juga disuguhi berbagai kreasi street food mancanegara dan produk pastry bakery premium seperti craquelin choux dan french toast.
Inovasi ini lahir dari sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung.
"Kami menerapkan proporsi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Hal ini membuat siswa lebih banyak mengeksplorasi kemampuan mereka di laboratorium maupun dapur pengolahan," tambah Aulia.
Vokasi Inklusif dan Pemberdayaan UMKM
Go VHS 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi siswa inklusi melalui Talent Optimizing Program. Mereka turut berpartisipasi dengan memamerkan karya mandiri, mulai dari aplikasi permainan hingga produk kerajinan tangan seperti lukisan pouch dan manik-manik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal, acara ini juga menggandeng berbagai tenan UMKM di wilayah sekitar. Selain pameran, kemeriahan Go VHS 2026 dilengkapi dengan berbagai cabang lomba bakat, di antaranya Plating Dessert Nusantara, E-Sport (MLBB), Solo Vokal dan Lomba Religi (Azan, Pidato Islami, dan Kaligrafi). "Untuk lomba pesertanya SMP di wilayah DIY yang datang," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pandangan masyarakat terhadap sekolah menengah kejuruan semakin positif. Vokasi bukan sekadar tempat belajar keahlian teknis, melainkan inkubator inovasi dan kewirausahaan yang siap mencetak generasi hebat di masa depan.
“Melalui GO VHS, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Desak AS-Rusia Negosiasi Ulang Pembatasan Senjata Nuklir
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah Bantul Diminta Prioritaskan Jasa Lokal untuk Study Tour
- Go VHS 2026, Ajang Pameran Inovasi Gim hingga Kuliner Karya Siswa SMK
- Gerakan ASRI dan Jogja Berhati Nyaman Bakal Digelar Rutin Tiap Jumat
- Wali Kota Hasto Dorong PSIM Jogja Andalkan Pemain Lokal Jogja
- 70 Persen Warga Warungboto Jogja Terapkan Mas Jos
Advertisement
Advertisement



