Advertisement
Kota Jogja Bidik Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan Naik di 2026
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Capaian target rata-rata lama tinggal dan pengeluaran wisatawan pada 2025 yang melampaui ekspektasi mendorong Dinas Pariwisata Kota Jogja menetapkan sasaran baru yang lebih tinggi untuk tahun 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas kunjungan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning menyampaikan bahwa pada 2026 rata-rata lama tinggal wisatawan ditargetkan berada di kisaran 1,77 hingga 1,87 hari. Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisatawan ditetapkan sebesar Rp2.309.943 per kunjungan.
Advertisement
Selain indikator kualitas tersebut, Dinpar Kota Jogja juga mematok pergerakan wisatawan nusantara pada 2026 mencapai 10.783.877 orang, sedangkan jumlah wisatawan mancanegara ditargetkan berada di rentang 316.840 hingga 332.840 orang.
“Fokus kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas kunjungan. Belanja wisatawan dan lama tinggal menjadi indikator penting bagi perputaran ekonomi di Kota Jogja,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
BACA JUGA
Penetapan target tersebut didasarkan pada capaian tahun sebelumnya yang berhasil melampaui sasaran. Pada 2025, rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat sebesar 1,77 hari, masih berada dalam rentang target Kota Jogja yakni 1,75–1,88 hari.
Lucia mencatat lama tinggal wisatawan terpanjang terjadi pada Desember 2025 dengan rata-rata 1,99 hari, disusul Agustus dengan 1,95 hari, yang menunjukkan meningkatnya minat wisatawan untuk beraktivitas lebih lama di Kota Jogja.
Berdasarkan data Januari hingga Desember 2025, total pergerakan wisatawan di Kota Jogja mencapai 11.011.254 orang. Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 10.697.414 orang, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 313.840 orang. Angka ini melampaui target rata-rata kunjungan wisatawan yang ditetapkan sebesar 10.939.210 orang.
Puncak kunjungan wisatawan pada 2025 terjadi pada Desember dengan total 1.387.436 orang. Jumlah tersebut kemudian disusul April yang mencatat 1.188.734 kunjungan dan Juli sebanyak 1.185.259 kunjungan. Adapun bulan dengan kunjungan terendah terjadi pada Maret dengan 226.957 wisatawan.
Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan pada 2025 mencapai Rp2.541.158 per kunjungan, melampaui target Rp2.259.943. Belanja tertinggi tercatat pada Desember 2025 sebesar Rp2.977.865, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada Maret dengan Rp2.155.645 per kunjungan.
Lucia menyampaikan bahwa capaian rata-rata belanja dan lama tinggal wisatawan sepanjang 2025 menjadi pijakan utama dalam penyusunan target pariwisata 2026. Oleh karena itu, Dinpar Kota Jogja mendorong peningkatan kualitas pariwisata melalui penguatan atraksi, penyelenggaraan event, serta peningkatan pengalaman wisatawan di berbagai destinasi.
“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak di Kota Jogja. Itu yang akan berdampak langsung pada perekonomian daerah,” jelasnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Dinpar Kota Jogja juga akan memperkuat promosi dan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata untuk menjaga tren kunjungan sekaligus meningkatkan daya saing Kota Jogja sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mensos Bakal Sanksi 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Kerja Usai Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
- Gunungkidul Buka Klinik Hewan, Layani USG dan Vaksin Gratis
- GT Purwomartani Buka hingga 22.00 WIB, Kendaraan Dialihkan ke Tol
- Pantai Kulonprogo Berbahaya, Petugas Larang Wisatawan Berenang
- 157 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,9 Miliar
Advertisement
Advertisement







