Desa & Kecamatan Layak Anak di Gunungkidul Diganjar Penghargaan

Acara Penganugerahan Kecamatan dan Desa Layak Anak yang digelar di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kamis (28/11/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
28 November 2019 19:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) memberikan anugerah kepada kecamatan dan desa layak anak di Bumi Handayani.

Kecamatan yang berhak menerima penghargaan yakni Karangmojo yang menyabet urutan pertama, disusul Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Nglipar. Ketiganya dianugerahi penghargaan Kelana Pratama.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AKBPMD, Rumi Hayati, mengungkapkan peserta yang mengikuti penilaian penganugerahan tersebut dianjurkan untuk mengisi aplikasi yang telah dibuat untuk melaporkan persyaratan yang telah ditentukan.

"Setelah itu kami cek di lapangan apakah sesuai dengan apa yang telah mereka masukkan ke aplikasi atau tidak," kata Rumi saat ditemui Harian Jogja di sela-sela penyerahan penghargaan di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kamis (28/11/2019).

Indikator dan tolak ukur dalam penilaian tersebut beragam, salah satunya bagaimana sistem kelembagaan yang telah dipersiapkan oleh masing-masing wilayah.

Menurut Rumi, untuk penilaian dibagi menjadi beberapa kluster. "Seperti kluster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan anak, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan kebudayaan, juga perlindungan anak," ujarnya.

Ia mencontohkan kluster hak sipil dan kebebasan meliputi kepemilikan akta anak sejauh mana realisasinya, kemudian apakah sudah terbentuk forum anak di wilayah tersebut sehingga anak-anak bisa berpartisipasi dalam bersosialisasi. "Sudah kami evaluasi dan kami pantau untuk menjadikan seluruh kecamatan menjadi wilayah layak anak," kata dia.

Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, mengungkapkan untuk menciptakan Gunungkidul menjadi wilayah yang ramah dan layak anak harus dimulai dari bawah. Ia tak menampik jika belum semua wilayah di Bumi Handayani bisa mengakomodasi wilayah ramah anak dengan baik, tetapi diharapkan ke depan bisa terus bertambah.

Ia berharap evaluasi ini bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk bisa terus bebenah dan meningkatkan pengaplikasian wilayah mereka menjadi layak anak. "Sehingga ke depan semua desa di Gunungkidul yang berjumlah 144 desa betul-betul bisa mewujudkan wilayah layak anak," ujarnya.