Dewan Anggarkan Rp 1,8 Miliar untuk Pencegahan Bunuh Diri

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih - Harian jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
28 November 2019 21:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul menyoroti kasus bunuh diri yang terus terjadi di Gunungkidul. Untuk itu, pada APBD 2020 Dewan menganggarkan Rp1,8 miliar untuk mendorong program pencegahan bunuh diri.

"Pekerjaan rumah pemerintah sangat banyak salah satunya pencegahan bunuh diri. Anggaran untuk program pencegahan juga kami setujui sebesar Rp1,8 miliar di APBD 2020," kata Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Kamis (27/11/2019).

Endah mengungkapkan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk sosialisasi pencegahan bunuh diri. Program ini dilakukan oleh Pemkab dengan melibatkan pihak-pihak terkait. "Kami siap turun bersama Pemkab, dokter ahli jiwa serta LSM yang konsen dalam masalah sosial khususnya bunuh diri. Kami bakal turun bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Endah, dalam upaya pencegahan masyarakat harus diberikan pemahaman dan dukungan moral. Pemerintah desa juga harus siap dan tanggap dengan berbagai gejala yang muncul di tengah masyarakat yang rentan bunuh diri. Dalam waktu dekat Dewan segera memanggil pihak-pihak terkait guna memetakan masalah yang ada. "Untuk pemetaan kami juga mengundang pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas," tutur dia.

Endah menjelaskan aksi bunuh diri selama ini selalu menyasar warga miskin, korban kekerasan dalam rumah tangga, dan orang-orang yang memiliki problem hidup. Kelompok masyarakat ini sangat rentan secara psikologis dan mudah patah semangat hidup sehingga nekat bunuh diri. "Mereka inilah yang menjadi sasaran utama sosialisasi," kata dia.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto, menyatakan skema sosialisasi nantinya akan melibatkan 144 desa yang tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul. Nantinya, setiap desa diwakili oleh 100 tokoh masyarakat. Semua perwakilan tersebut akan diberikan pengarahan dan sosialisasi terkait dengan pencegahan bunuh diri dan berani hidup.

"Kami akan memghadirkan narasumber yang mumpuni terkait dengan pencegahan bunuh diri. Ini semua sudah disepakati oleh Komisi D," kata Ari, Kamis.

Menurutnya, masih tingginya angka bunuh diri di Gunungkidul merupakan bukti kegagalan semua pihak. Selama ini, menuru Ari, semua unsur belum berperan secara maksimal dalam upaya pencegahan bunuh diri. Dengan adanya anggaran tersebut diharapkan mampu mengurangi angka bunuh diri.