Trans Jogja Terus Dibanjiri Kritik, Pemda DIY Diminta Tegas

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (kanan) saat menerima aduan MP3 Jogja terkait layanan Trans Jogja, Senin (2/12/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
02 Desember 2019 20:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Jogja mendesak DPRD DIY menjalankan fungsi pengawasan terhadap Trans Jogja. DPRD DIY berjanji segera memanggil PT Anindya Mitra International (AMI) untuk memberikan keterangan berkaitan dengan menurunnya kepercayaan publik setelah kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar di Simpang Empat UPN, Condongcatur, Sleman.

Koordinator MP3 Jogja Tri Wahyu mengatakan pengelolaan Trans Jogja kian memburuk dan puncaknya adalah kecelakaan yang menewaskan pelajar. MP3 datang ke Gedung DPRD DIY, Senin (2/12/2019) untuk meminta legislatif mendesak Pemda DIY mengaudit PT AMI selaku BUMD yang diberi tugas mengelola Trans Jogja.

“Yang memprihatinkan di DIY sudah ada Perda pelayanan publik, harusnya konsep sistem buy the service di Trans Jogja adalah pelayanan, bukan mengejar setoran. Menurut informasi, gaji sopir sudah melebihi UMK, tidak perlu kejar setoran, ini soal etika berlalu lintas juga dilanggar,” katanya di DPRD DIY, Senin.

MP3 mendesak reformasi total di tubuh Trans Jogja. Pemda DIY diminta tidak lunak kepada PT AMI karena keluhan masyarakat terhadap Trans Jogja sudah terjadi selama bertahun-tahun.

“Ini ironis, pemerintah berkampanye etika berlalu lintas tetapi sopir Trans Jogja malah melanggar lampu lalu lintas dan menabrak warga. Ini kabar buruk bagi pelayanan publik di DIY,” katanya.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana yang menemui aktivis dari MP3 Jogja mengatakan akan menindaklanjuti aduan tersebut. Dia akan merekomendasikan kepada Komisi C DPRD DIY untuk segera memanggil Dinas Perhubungan DIY serta PT AMI untuk memberi penjelasan terkait persoalan tersebut. “Tentu kami siap jalankan fungsi pengawasan dan selama ini kami terus mengawasi ini [Trans Jogja],” ujarnya.

Huda sepakat, tidak seharusnya Trans Jogja kebut-kebutan di jalanan. Saat ini Trans Jogja telah mendapatkan Rp81 miliar untuk subsidi setiap tahun. Jumlah itu bisa ditambah jika dalam perjalanan operasional mengalami kekurangan.

“Harusnya memang busnya bagus, pelayanan bagus, tetapi selama ini memang banyak kritik. Kami ingin juga di tempat-tepat yang macet itu dibuatkan jalur khusus, sudah dilakukan kajian sejak 2017-2018. Tujuannya kalau belum bisa membuat semua jalur tetapi dibuat di jalur rawan macet, supaya orang merasa nyaman,” ucapnya.