Harga Sembako Mulai Naik, Bantul Siapkan Operasi Pasar
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Tim Jibom Satbrimob Polda DIY saat mengamankan temuan granat di Dusun Tobratan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Jumat (13/6/2025) sore. /Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah benda diduga granat ditemukan seorang pelajar saat kerja bakti meratakan tanah di lapangan voli Dusun Tobratan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Jumat (13/6/2025) sore. Tim Gegana Polda DIY langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan benda tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, mengatakan penemuan terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh Muhammad Yusuf Darmawan, 16, pelajar asal Grojogan RT 05 Wirokerten, saat menggali tanah sedalam sentimeter menggunakan cangkul di area lapangan voli milik warga setempat.
“Saat menggali tanah, cangkulnya mengenai benda keras. Setelah diangkat dan dibersihkan, ternyata bentuknya menyerupai granat,” kata Jeffry, Sabtu (14/6/2025).
Yusuf kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada dua temannya, Muhammad Faza Rizky Afhamul Ulum dan Fredyansyah Nur Fadilah Putra Lela, yang kemudian meneruskan informasi ke Bhabinkamtibmas setempat.
Tim Gegana tiba di lokasi sekitar pukul 18.57 WIB dipimpin oleh Kasubden Jibom Polda DIY, AKP Hendro Purnomo. Setelah melakukan pengecekan dan apel singkat, tim mengevakuasi granat pada pukul 19.27 WIB dan membawanya ke Mako Brimob Gondowulung untuk diamankan.
“Granat tersebut diduga peninggalan zaman penjajahan dan jenisnya granat tangan atau nanas. Rencananya akan dilakukan disposal atau pemusnahan pada Sabtu 14 Juni 2025,” ujarnya.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi dan meminta keterangan para saksi. Kegiatan penanganan bahan peledak ini berlangsung aman dan terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.