Efisiensi BBM Berdampak, Disdukcapil Bantul Evaluasi Jemput Bola IKD
Disdukcapil Bantul mulai merasakan dampak efisiensi BBM. Program jemput bola IKD tetap berjalan, namun penyesuaian layanan berpotensi dilakukan.
Tanda tangan dukungan untuk korban mafia tanah Mbah Tupon, Bantul. /Antara.
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Police Watch (JPW) mendesak Polda DIY untuk segera umumkan tersangka kasus dugaan mafia tanah yang dialami Mbah Tupon, warga Ngentak, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY.
Kasus Mbah Tupon viral di medsos dan menjadi perbincangan publik di tanah air. Di mana tanah milik mbah Tupon seluas 1.655 meter persegi terancam hilang karena diduga ulah mafia tanah. Sertifikat tanah milik Mbah Tupon tiba-tiba sudah beralih nama.
Kadiv Humas JPW, Bahar Kamba menceritakan tanah tersebut tiba-tiba berganti nama dan dijaminkan ke bank. "Kasus yang dialami Mbah Tupon hingga kini telah masuk tahap penyidikan di Polda DIY. Jika sudah memenuhi minimal dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kasus mafia tanah yang dialami mbah Tupon, maka segera saja Polda DIY untuk mengumumkan tersangka dalam kasus ini," kata Kamba, Jumat (13/6/2025).
"Agar ada kepastian hukum. Jangan kesannya ditarik ulur dengan tidak segera mengumumkan tersangka, Polisi seharusnya menjalankan tugasnya untuk membela hak yang dimiliki masyarakat seperti tanah milik Mbah Tupon ini," katanya.
Ia berharap kepada Polda DIY untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana mafia tanah yang dialami Mbah Tupon seorang lansia buta huruf. Siapapun yang terlibat harus di proses hukum tanpa pandang bulu.
Selain itu JPW juga meminta kepada tim Mabes Polri untuk melakukan supervisi terhadap penanganan kasus yang menimpa Mbah Tupon, yang ditangani oleh Polda DIY.
Secara terpisah kuasa hukum Mbah Tupon kepada wartawan mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terkait penanganan kasus mafia tanah. Tim Pembela Mbah Tupon, Suki Ratnasari mengatakan dalam surat bernomor B/609/VI/2025/Ditreskrimum itu disebutkan telah ada penetapan tersangka.
Ia menambahkan polisi menetapkan lebih dari satu tersangka. Orang-orang tersebut merupakan pihak yang dilaporkan dalam kasus tersebut. "Dalam surat itu sudah ada penetapan tersangka," katanya, Jumat (13/6/2025).
Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan memastikn akan merilis kasus tersebut dalam waktu dekat. "Mohon maaf rekan-rekan, mohon pengertian dan kesabarannya terkait kasus Mbah Tupon karena saat ini masih dalam proses penyidikan intensif dari penyidik, Insyaallah dalam waktu dekat akan kami rilis secaralengkap," ujarnya saat dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul mulai merasakan dampak efisiensi BBM. Program jemput bola IKD tetap berjalan, namun penyesuaian layanan berpotensi dilakukan.
Panama menjadi satu-satunya tim yang gagal mencetak gol di fase grup Piala Dunia 2026. Tersingkir dengan tiga kekalahan dan empat kali kebobolan.
vivo X Fold6 resmi meluncur dengan baterai 7.000 mAh, kamera ZEISS 200 MP, layar lipat 8,02 inci, serta fitur AI untuk produktivitas dan multitasking.
Steve Clarke resmi mundur dari Timnas Skotlandia usai gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, mengakhiri era tujuh tahun yang penuh pencapaian.
Portugal ditahan Kolombia 0-0 dan lolos sebagai runner-up Grup K. RD Kongo bangkit kalahkan Uzbekistan 3-1 sekaligus menyingkirkan Korea Selatan.
Google Finance resmi hadir kembali dengan aplikasi Android dan fitur AI canggih untuk analisis saham, pengelolaan portofolio, serta ringkasan pasar otomatis.