Setahun Tertunda, Pengurus Golkar Gunungkidul Desak Musda Digelar
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Jayadi (jongkok) menunjukkan cara kerja atabela untuk menanam padi di lahan pertanian Dusun Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Selasa (3/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jayadi, seorang petani warga Dusun Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, membuat inovasi di bidang pertanian. Ia membuat alat tanam benih langsung (atabela) yang diklaim bisa mempersingkat masa penanaman padi jenis gogo.
“Ide muncul karena keprihatinan kurangnya regenerasi petani serta makin berkurangnya lahan di Gunungkidul,” kata Jayadi kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).
Alat ini memiliki ukuran tidak terlalu besar dan memiliki dua roda mirip mesin traktor, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Di depan ada semacam besi yang berfungsi untuk mencangkul dan dilengkapi alat untuk menutup tanah yang telah dicangkul. “Ada dua tabung yang berfungsi sebagai wadah benih yang ditanam,” katanya.
Adapun cara kerja alat ini harus dioperasikan dua orang untuk menarik dari depan dan mendorong dari belakang. Ia mengklaim atabela tidak membutuhkan mesin karena dioperasikan secara manual. “Tinggal didorong dan ditarik nanti benih sudah bisa keluar dari tabung,” katanya.
Jayadi mengklaim dengan alat ini waktu penanaman padi gogo lebih singkat. Sebagai gambaran untuk menanam benih padi secara manual di lahan seluas satu hektare membutuhkan tenaga empat orang dengan waktu beberapa hari. “Dengan atabela hanya dikerjakan dalam waktu 20 jam saja. Dengan alat ini praktis menghemat biaya operasional petani,” katanya.
Atabela juga dibentuk untuk penanaman dengan model jejer legowo sehingga dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%. “Jadi tidak perlu ribet karena bisa langsung diaplikasikan. Atabela sangat cocok dengan kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan karts,” katanya.
Jayadi mengakui hingga saat ini belum mematenkan alat pertanian yang dibuat. “Ke depan akan saya patenkan sehingga dapat melindungi alat yang saya buat,” katanya.
Salah seorang petani di Desa Ngunut, Sutrisno, mengatakan selama ini dia menanam padi secara tradisional. Menurut dia untuk penanaman membutuhkan beberapa orang agar bisa menyelesaikan petak lahan yang dimiliki. “Saya belum tahu kalau ada alat yang bisa digunakan untuk menanam secara lebih cepat dan efektif. Mudah-mudahan alat ini bisa dibuat lebih banyak dengan bantuan pemerintah sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Yusril menyebut Prabowo mengetahui dugaan penyadapan ilegal terhadap dirinya setelah menerima laporan Kapolri.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 melalui MPP, SIM Keliling malam di SCH, SIMMADE, dan Satpas beserta syaratnya.
Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah mengevaluasi aturan penyadapan menyusul kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan tiga personel Polri.
Pemda DIY mengusulkan perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, termasuk penyesuaian tarif untuk mengoptimalkan PAD dan biaya layanan.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.