Kisahnya Viral, Mubarok yang Resign Sebagai PNS Kini Buka Usaha Kerajinan di Bantul

MS Mubarok, PNS yang mengundurkan diri. - Ist/ instagram @kaligrafi_daishabby
04 Desember 2019 12:57 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Kisah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang resign viral di media sosial. Ia adalah pemilik akun akun Instagram @kaligrafi_daishabby.

Ya, di saat ratusan ribu orang berlomba-lomba untuk bersaing masuk sebagai calon pegawai negeri sipil, pria yang belakangan diketahui bernama MS Mubarok justru melepas atributnya sebagai PNS.

Pria yang kini tinggal di Winokerten, Kecamatan Banguntapan, Bantul ini mengungkapkan dalam statusnya bahwa perjuangan untuk menjadi PNS tidaklah mudah. Ia memulainya sebagai tenaga honorer sebagai keamanan kantor pada 2005 hingga kemudian berhasil diangkat sebagai PNS lima tahun berikutnya.

Pria yang terakhir menjabat sebagai ketua admin perencanaan anggaran tersebut akhirnya memutuskan untuk mundur setelah 14,5 tahun mengabdi.

Keputusannya yang tak lazim itupun kemudian menjadi viral. Tak sedikit yang menyesalkan tapi banyak pula yang mendukung langkahnya itu.

Setelah resmi resign sebagai PNS pada 1 Juli 2019, Mubarok saat ini lebih fokus untuk mengembangkan wirausahanya di bidang hiasan dinding.

Mubarok mengungkapkan bisnisnya tersebut sudah digeluti selama hampir dua tahun.

"Bisnis hiasan dinding atau walldecor ini sudah kami bangun sejak Februari 2017. Awalnya karena ingin menghias rumah kontrakan sendiri tapi tidak harus dengan sesuatu yang mahal. Sehingga dibuat dengan tangan sendiri agar lebih hemat," terangnya, Rabu (4/12/2019).

Mubarok menjelaskan jika bisnis ini berawal saat dia dan istrinya tinggal di Semarang. Hiasan dinding yang dibuat dengan bahan kayu partikel yang ditempeli stiker berkualitas dan berlaminasi yang desainnya dikerjakan sendiri, dijual melalui akun Instagram.

"Sebelumnya istri saya yang memiliki ide wall decor ini. Karena ada respon baik dan banyak yang suka kami terus mengembangkan sampai sekarang," tambah Mubarok.

Seperti bisnis pada umumnya, dalam mengembangkan bisnisnya Mubarok tak jarang menemui kendala terutama di bahan utamanya yakni kayu.

"Dulu masih kesulitan untuk mencari jasa pemotongan yang sesuai dengan keinginan kami. Tapi sekarang sudah ketemu dan lebih mudah untuk meminta ukuran kayu yang diinginkan," jelas pria yang menamai bisnisnya ini dengan nama Danishabby.

Mubarok melanjutkan, usaha wall decor ini terus dikembangkan hingga dirinya berpindah ke Bantul, DIY pada Agustus 2019 lalu.

Hiasan dinding yang dijual online ini banyak dipesan oleh konsumen yang tersebar baik dari Jawa maupun dari luar Jawa. Mubarok menuturkan jika kerajinan tangan tersebut tak banyak ditemui di beberapa daerah khususnya di luar Jawa.

Mubarok juga mengungkapkan harga yang dipatok untuk satu wall decor berukuran kecil (10x20) berkisar Rp15.000. Paling mahal dengan ukuran 40x30 dihargai Rp55.000.

"Jadi kami ingin menunjukkan bahwa menghias rumah tidak harus dengan sesuatu yang mahal. Salah satu contohnya dengan wall decor bisa didapatkan dengan harga yang murah. Kebanyakan hiasan rumah itu kan mahal, jadi bisnis ini berangkat dari prinsip itu," tambah Mubarok.

Lebih jauh, Mubarok menegaskan bahwa makin berkembangnya bisnis kerajinannya tersebut tak ada kaitannya dengan keputusannya untuk resign sebagai PNS.

Sumber : Suara.com