Kasus Bayi Dibuang di Semin Terungkap dari Ceceran Darah, Begini Kronologinya
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Ilustrasi ular kobra/Reuters
Harianjogja.com, WONOSARI—Warga Dusun Kepek I, RT 06, Kepek, Wonosari resah dengan kemunculan belasan anak ular kobra.
Salah seorang warga Dusun Kepek I, Ervan Bambang Dermanto menemukan anak kobra sebesar jempol tangan berkeliaran di kamar mandi pada Selasa (3/12/2019) malam.
“Saya tangkap kemudian saya berikan ke pawang,” katanya, Rabu (4/12/2019).
Menurut dia, anak kobra kali pertama terlihat terlihat dan ditangkap di Kepek I pada 2016. Awalnya warga menganggapnya biasa. Namun, anak kobra terus muncul dan tambah banyak, khususnya saat akhir tahun. “Setiap akhir tahun warga menangkap anak kobra. Sampai sekarang induk kobra belum diketahui,” ujarnya.
Warga sudah sering mendatangkan pawang dan juga komunitas penyuka reptile untuk menemukan ular kobra yang membiakkan belasan anak kobra. “Kami belum tahu di mana sarang ular dan ini yang mereseahkan,” kata Ervan.
Kepala Dusun Kepek I Sukirno mengatakan tiap akhir November sampai dengan awal Desember sejak empat tahun terakhir , anak kobra berukuran sekitar 30 cm sering muncul di RT 6.
Ular tersebut tak hanya melata di pekarangan, tetapi juga di kamar warga. Bahkan salah satu keluarga sampai mengungsi ke rumah mertua karena kamar mereka kemasukan anak kobra.
“Keluarga itu memiliki anak kecil,”
Dari 2017 sampai 2018, warga RT setempat menangkap sekitar 49 anak kobra.Sementara, dalam empat hari terakhir, warga menemukan 11 ekor.
“Induknya belum tertangkap. Warga takut. Kalau induk dibiarkan populasinya bertambah banyak,” kataya.
Sukirno mengatakan warga bahkan mendatangkan paranormal untuk mencari sarang kobra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.
Enam kebakaran terjadi di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu, 6 September 2026. Mayoritas dipicu bakar sampah yang merembet.