Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Hujan lebat serta angin kencang di Bantul pada Selasa (10/12/2019) membuat pendopo yang ada di kawasan Puncak Sosok rusak parah./Istimewa-Pokdarwis Jabal Kelor
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat serta angin kencang yang melanda Bantul pada siang pukul 12.30 WIB memorakporandakan area objek wisata Puncak Sosok, yang berada di puncak salah satu bukit di Dusun Jambon, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, Bantul. Salah satu bangunan di kawasan tersebut yang hancur berantakan adalah pendopo.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jabal Kelor selaku pengelola Puncak Sosok, Rudi Haryanto mengatakan dalam kejadian tersebut tidak hanya pendopo yang hancur, namun ada beberapa bangunan serta material ornamen, di antaranya adalah yang berada di atas panggung utama. “Juga tiga tenda rusak,” kata dia, kepada Harian Jogja, Selasa (10/12/2019).
Rudi mengaku tak berada di lokasi objek wisata itu saat angin kencang menerpa. Meski begitu, dia mengaku ada beberapa warga yang tengah sibuk memasang keramik. “Tapi alhamdulillah pekerjanya selamat dan tidak ada korban jiwa. Selain itu, beruntungnya juga saat kejadian tidak ada pengunjung,” ucap dia.
Akibat kejadian itu, event yang harusnya digelar di Puncak Sosok, Selasa malam pun dibatalkan. Saat ini, warga tengah bergotong royong untuk merapikan beberapa material yang hancur dan juga material yang ada di panggung utama. “Tadi setelah hujannya berhenti kami para warga dan juga dibantu oleh BPBD Bantul langsung mengkondisikan dan juga membersihkan puing-puing yang hancur. Sekarang kondisinya sudah rapi kembali dan acara nanti malam bisa lanjutkan, pengunjung pun sudah bisa datang lagi,” kata dia.
Saat ditanya soal kerugian, hingga kini Rudi belum bisa menaksir total pastinya. Menurut dia yang paling parah adalah pendopo. “Jika dihitung secara kasar pendopo yang hancur nilai kerugiannya sekitar Rp50 juta.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwi Daryanto mengatakan memasuki awal musim penghujan, masyarakat diminta mewaspadai bencana angin kencang. "Angin kencang berpotensi di semua wilayah. Tetapi potensi paling tinggi ada di sepanjang perbukitan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.