Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor, Jalan di Sekitarnya Akan Satu Arah

Kawasan pedestrian depan gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, Jogja, Senin (04/11/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Desember 2019 17:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan Kota Jogja mengklaim tidak ada kemacetan di sekitar kawasan Malioboro saat uji coba kawasan pedestrian.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, mengatakan dari beberapa kali uji coba selama ini, tidak terjadi masalah signifikan dari lalu lintas di sekitar Malioboro. "Kemarin agak padat karena ada demo di simpang Gondomaman. Di luar itu tidak ada masalah sebenarnya," ujarnya, Rabu (11/12/2019).

Untuk mendukung Malioboro jadi kawasan pedestrian, Dishub sedang mengkaji penerapan jalur satu arah di sekitar Malioboro, seperti Jalan Mataram, Jalan Pasar Kembang, Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Panembahan Senopati.

Menurutnya, kebijakan jalur satu arah di satu sisi memang membuat pengendara memutar, tapi di sisi lain waktu tempuh jadi terkurangi karena relatif lebih lancar. Selain itu jalur satu arah juga diklaim dapat mengurangi tunggakan akibat crosing kendaraan dan kecelakaan lalu lintas.

Ia mengakui di kawasan Malioboro tidak akan ditambahi tempat parkir lagi. Selain karena sudah tidak ada lahan, menurutnya ditambahi sebanyak apapun, jika mindset masyarakat masih selalu ingin parkir tepat di dekat lokasi, tempat parkir tidak akan pernah cukup.

Untuk itu Dishub akan mengoptimalkan transportasi umum seperti Trans Jogja sebagai kendaraan untuk akses masuk Malioboro. Menurutnya, Trans Jogja menjadi solusi efektif untuk mensiasati terbatasnya lahan parkir.

Ia berharap masyarakat juga bisa turut mendukung kebijakan ini untuk terciptanya Kota Jogja yang lebih nyaman. "Memang kita harus keluar dari zona nyaman, mohon pengertiannya karena lahan Kota Jogja memang sangat terbatas," ujarnya.

Selain perbaikan manajemen, tidak menutup kemungkinan jika ke depan Trans Jogja akan ditambah. Lahan parkir untuk bus pariwasata juga akan ditambah di tiga titik, yakni sisi timur Gor Amongraga, parkir timur Gembiraloka Zoo dan sisi barat Hotel Melia Purosani.

Ia melihat, jalur bus masuk kebanyakan dari timur, sehingga jika parkir Bank Indonesia penuh, bus akan dialihkan ke tiga kantong parkir itu, lalu wisatawan akan difasilitasi Trans Jogja untuk masuk Malioboro.

Gor Amongraga dan GL Zoo dapat menambah 104 kapasitas parkir bus, sementara sisi barat Melia Purosani bisa menambah kapasitas 150 mobil. Rencananya penambahan parkir ini akan diujicobakan pada Sabtu (14/12) mendatang.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X belum memutuskan waktu terkait penerapan malioboro bebas kendaraan secara penuh di 2020. Menurutnya masih butuh kajian terlebih dahulu. “Belum, belum saya putuskan, biar dilakukan kajian dulu,” ujarnya seusai menghadiri pemberian penghargaan Anugerah Prestasi di Gor Amongraga, Rabu.

Begitu juga terkait realisasi kawasan Malioboro akan menjadi semacam bundaran lalu lintas, Sultan belum bisa memastikan waktunya. “Belum tentu, kita lihat saja nanti,” katanya.