Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengklaim warga Sleman menanggapi positif ihwal pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan sosialisasi pembangunan tol Jogja-Solo saat ini terus dilakukan dan memasuki kecamatan Kalasan, Sleman. Sosialisasi akan terus dilakukan ke arah barat. Menurutnya respons mayarakat cenderung positif terhadap pembangunan tol Jogja-Solo.
“Mereka lebih banyak menanyakan sesuai dengan kondisi, soal kena sedikit yang lain dibeli atau tidak, tidak kena tanahnya tetapi nanti terdampak seperti apa, masalah terdampak atau tidak perlu sosialisasi, dan itu semua didialogkan,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Sleman yang sudah mendapat sosialisasi proyek tol mengaku resah. Antara lain karena warga tak bisa berdialog soal besaran ganti rugi harga lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Pertamina mengandalkan B50 untuk menekan impor solar 18 juta kiloliter, menghemat devisa Rp170 triliun, dan mengurangi emisi pada 2026.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.