AI Makin Canggih, Pakar Tegaskan Peran Jurnalis Tetap Tak Tergantikan
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengklaim warga Sleman menanggapi positif ihwal pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan sosialisasi pembangunan tol Jogja-Solo saat ini terus dilakukan dan memasuki kecamatan Kalasan, Sleman. Sosialisasi akan terus dilakukan ke arah barat. Menurutnya respons mayarakat cenderung positif terhadap pembangunan tol Jogja-Solo.
“Mereka lebih banyak menanyakan sesuai dengan kondisi, soal kena sedikit yang lain dibeli atau tidak, tidak kena tanahnya tetapi nanti terdampak seperti apa, masalah terdampak atau tidak perlu sosialisasi, dan itu semua didialogkan,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Sleman yang sudah mendapat sosialisasi proyek tol mengaku resah. Antara lain karena warga tak bisa berdialog soal besaran ganti rugi harga lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia
Petugas gabungan SAR Parangtritis dan Ditpolairud Polda DIY berhasil mengevakuasi seorang perempuan dari area berbahaya di Pantai Parangtritis, Bantul.
6 negara naikkan biaya visa 2026: Jepang 5 kali lipat, Australia 3 kali lipat, Korea, Inggris, Mesir, Belgia. Cek rincian biaya terbaru buat traveler Indonesia.
Vicky Prasetyo membantah tudingan menelantarkan Fangfang yang mengaku sebagai istri siri dan sedang hamil sembilan bulan. Vicky mengklaim tetap memberikan nafka
Tes kanker mulut baru qMIDS dengan usapan sikat, hasil 1 jam, akurasi 95,5%. Tanpa biopsi menyakitkan. Ilmuwan Inggris-India kembangkan deteksi dini