Pengurus Baru Dilantik, DPC GMNI Yogyakarta Arahkan Kader Menyongsong Era 4.0

Upacara pelantikan pengurus DPC GMNI Yogyakarta periode 2019-2021 di salah satu hotel Jalan Timoho, Kota Jogja, Senin (23/12/2019) petang. - Harian Jogja/Sunartono.
24 Desember 2019 10:15 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Yogyakarta periode 2019-2021 di salah satu hotel Jalan Timoho, Kota Jogja, Senin (23/12/2019) petang. Pengurus DPC GMNI Yogyakarta siap mengarahkan kadernya dalam menyongsong era revolusi industri 4.0 sekaligus membenahi organisasi.

Ketua DPC GMNI Yogyakarta periode 2019-2021 Haji Akbar Prabowo menjelaskan ia terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Yogyakarta setelah melalui konfercab dan mendapatkan dukungan dari setiap komisariat. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan membawa internal organisasi lebih baik lagi dengan mengedepankan aspirasi kader. Pihaknya tidak alergi untuk bekerja sama dengan gerakan mahasiswa lainnya di luar GMNI demi kebaikan bersama.

“Kami akan buat program dari aspirasi kader, program yang ada di setiap bidang, konsentrasi kami di bidang kaderisasi dan ideologi, serta kerja sama dengan antar instansi, baik di internal mahasiswa dan organisasi pergerakan lain seperti teman-teman Cipayung,” katanya di sela-sela pelantikannya, Selasa (23/12/2019).

Akbar sepakat harus berkolaborasi dengan semua pihak dalam menyongsong era yang terus berkembang saat ini. Proses kaderisasi yang dilakukan dengan cara konvensional pun akan ditinggalkan dengan berganti yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal itu dilakukan karena sebagian besar kadernya merupakan anak milenial.

“Maka tentu kami menyesuaikan perkembangan zaman, bagaimana menarik teman-teman supaya bisa masuk ke pergerakan GMNI, salah satunya kegiatan di media seperti website, seperti medsos bisa bergabung untuk ber-GMNI,” kata mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ini.

Sekretaris DPC GMNI Yogyakarta Jaka Herlambang menambahkan salah satu fokusnya juga mengembalikan jati diri GMNI agar mampu mencetak kader yang tidak hanya revolusioner namun juga siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Proses pengkaderan akan mengedepankan dengan cara dan materi yang lebih sesuai dengan era saat ini.

“Kami ikut mengupayakan bagaimana mencetak kader yang siap menyongsong zaman baru 4.0, kita memasuki era revolusi 4.0, di mana semua bisa dikerjakan dengan teknologi. Pengkaderan tetap digenjot, bagaimana kami bisa cetak kader lebih visoner dan siap untuk menyongsong perubahan zaman,” ujarnya.

Kaderisasi akan dilakukan dengan mengembang potensi masing-masing. Namun Jaka menekankan setiap upaya merespon era 4.00 tersebut tidak akan keluar dari rel ajaran Bung Karno, dalam hal ini marhaenisme dan berpihak pada masyarakat kecil.

“Setiap potensi yang dimiliki kader akan dikembangkan, tetapi kader harus berada di rel ajaran bung karno yaitu marhaenisme, semuanya kader harus bisa mengejawantahkan ajaran marhaensime di era revolusi 4.0 dengan kompetesi masing-masing. Agar tetap berpihak wong cilik, petani buruh tani, pedagang,” kata mahasiswa Fakultas Pendidikan Sosial dan Teknik UNY ini.

Terkait jumlah anggota GMNI di Yogyakarta, Haji Akbar Prabowo mengatakan saat ini tercatat anggota GMNI di Yogyakarta tercatat lebih dari 500 mahasiswa yang tersebar di berbagai komisariat seperti UGM, UNY, UAJY dan lain-lain. “Sampai saat ini regenerasi jalan di setiap kampus, dari senior sampai yang muda,” ujarnya.