Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Mumtaz Rais/Instagram
Harianjogja.com, SLEMAN-- Ahmad Mumtaz Rais berharap bisa dipinang oleh PDIP saat Pilkada 2020 di Sleman.
Ahmad Mumtaz Rais, putra Ketua Dewan Penasihat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dikabarkan akan maju dalam pertarungan Pilkada 2019 Sleman. Bahkan, dengan mantap dan pasti, ia akan rela bertarung sebagai bakal calon Wakil Bupati, bila ia disandingkan bersama kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Mumtaz Rais mengungkapkan, bukan tanpa alasan rela hanya menjadi \'Sleman 02\' bila bersanding dengan kader PDIP. Pasalnya, di Sleman PDIP memiliki 15 kursi.
"Jadi tidak masalah saya turun kelas sedikit menjadi 02, kalau PDIP yang meminang saya. Tapi PDI Pjuga belum tahu, kan PDIP juga biasanya ada drop-dropan dari Jakarta [menunggu rekomendasi DPP]," ungkapnya, Rabu (25/12/2019).
Tapi bila bukan PDIP yang meminangnya, maka Mumtaz memilih untuk membicarakannya lebih jauh dan realistis dengan melihat kursi partai.
"Walaupun secara popularitas saya paling tinggi dibanding calon manapun. Tapi tidak apa-apa, saya tidak jumawa kok orangnya. Apalagi saya juga mantan anggota DPR RI Senayan loh. Itu kan harganya lumayan tinggi. Kan tidak ada calon yang mantan anggota DPR RI nih, semuanya lokal semua kan," ungkapnya.
Ia menambahkan, dari semua nama-nama yang muncul di permukaan, Mumtaz menilai dirinyalah yang paling populer hari ini.
"Kalau PDIP mengajak, mari kita bicarakan bersama untuk membangun Sleman agar lebih berkemajuan," ucapnya.
Terpisah, Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto menjelaskan, belum dapat menyebutkan nama-nama siapa saja yang akan masuk dalam persaingan Pilkada Sleman. Bahkan, besar kemungkinan PDIP menerapkan tradisi seperti tahun-tahun sebelumnya, menunggu rekomendasi dari pusat [DPP].
"Kami belum bisa membicarakan itu, termasuk wakil dan koalisinya. Karena kami diinstruksikan jangan mempublish dulu sebelum rekomendasi turun, seperti itu," ungkapnya.
Ia mempersilakan Mumtaz mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada 2019 Sleman karena itu urusan internal PAN. Hanya saja, ia cukup ragu bila PDI P harus diminta meminang Mumtaz.
"Kalau kami disuruh melamar, ya....gimana... Yang butuh siapa gitu lho?," kata dia.
Kala ditanya seberapa besar kemungkinan kader PDI P akan bersanding dengan Mumtaz Rais, lagi-lagi Koeswanto pesimistis.
"Saya rasa belum tahu dan kecil kemungkinannya. Sampeyan kan tahu kan, hubungan PDIP dengan Amien Rais seperti apa kan njenengan tahu. Tanggaplah paling tidak," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.