Perataan Tambak Tak Pengaruhi Realisasi Produksi Perikanan

Wisatawan anak-anak melihat peternakan ikan di Desa Mina Wisata Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
04 Januari 2020 04:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH - Sepanjang 2019 lalu, Kabupaten Kulonprogo berhasil memproduksi perikanan di sektor budidaya dan tangkap sebanyak 18.683,246 ton. Jumlah ini melampaui target sebesar 117,33% dari target yang ditetapkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo yaitu sebesar 15.923 ton.

Kepala DKP Kulonprogo, Sudarna merinci perikanan budidaya 2019 bisa merealisasikan produksi sebanyak 16.658 ton, sementara produksi perikanan tangkap sebanyak 2.025 ton. Masing-masing produksi itu melampaui target yang mana perikanan budidaya ditarget sebesar 13.913 ton, sementara perikanan tangkap sebesar 2.000 ton.

Meskipun pada 2019 lalu Pemkab Kulonprogo memiliki kebijakan perataan tambak udang di sepanjang pesisir Pantai Glagah guna dijadikan kawasan sabuk hijau untuk Yogyakarta International Airport (YIA), namun Sudarna mengklaim hal itu tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi.

"Sebenarnya kalau nggak ada perataan itu, capaian bisa lebih meningkat lagi. Tapi nggak masalah, justru itu membuat kita terpacu untuk cari inovasi. Makanya kita genjot yang perikanan budidaya," kata dia, Jumat (3/1/2020).

Perlu diketahui, sepanjang 2019 ini ada 238 tambak di Kecamatan Temon yang diratakan. Sudarna mengatakan, capaian produksi masih mencapai target dikarenakan perataan ini tidak serta merta dalam satu waktu.

"Perataan kan baru dimulai Oktober sampai Desember. Jadi ada beberapa kolam tambak yang sampai Desember itu masih isi, kita sudah sempat hitung panennya," ujar Sudarna.

Tahun 2020 ini ia menargetkan 16.537 ton produksi perikanan yang terdiri dari 14.387 ton perikanan budidaya dan 2.150 ton perikanan tangkap. Meski begitu, angka itu sebenarnya sudah terlampaui di 2019 ini.

"Secara total, target 2020 itu tahun ini sudah tercapai ya. Tapi nggak apa-apa karena kita mengacu pada target renstra," katanya.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Kulonprogo, Leo Handoko optimistis produksi budidaya perikanan tahun ini bisa terus meningkat dan hasilnya maksimal. Ia berharap sampai akhir 2020 target bisa kembali tercapai.