Mahasiswa Unriyo Belajar Jurnalistik di Harian Jogja

Mahasiswa kelas jurnalistik Universitas Respati Yogyakarta belajar seputar jurnalistik di Harian Jogja, Selasa (7/1/2020). - Harian Jogja/Harian Jogja
07 Januari 2020 18:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Tidak dimungkiri jika industri media cetak mulai meredup. Tidak jarang pula jika dewasa ini banyak surat kabar yang mulai menurunkan jumlah halamannya, termasuk Harian Jogja.

"Kami [Harian Jogja] pun mengalami itu [menurunkan jumlah halaman]. Di mana dulu kami hadir dengan 24 halaman, sekarang 16," kata Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo saat menerima kunjungan dari mahasiswa jurnalistik Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Selasa (7/1/2020).

Menurutnya sunset industry media cetak mulai dirasakan sejak 2010. Kondisi itu terjadi seiring harga kertas dan biaya cetak yang semakin mahal, serta kemajuan teknologi gadget yang kian memudahkan manusia untuk memperoleh informasi secara online.

Selain itu, penurunan daya jual para agen koran juga semakin membuat bisnis koran semakin redup. Mereka beralih pada usaha lain yang lebih menguntungkan.

Kendati demikian, bisnis koran masih menarik karena ada pasar iklan yang harus ditangkap. Nugroho mencontohkan adanya kewajiban untuk memasang iklan di surat kabar bagi masyarakat yang kehilangan STNK.

"Mengapa kami masih memilih bisnis [media cetak] ini? Karena bisnis ini masih prospektif di daerah. Masih banyak klien yang mempercayakan iklan di cetak dan kami menangkap peluang itu," tutur Nugroho saat ditanya mahasiswa bernama Emil dalam forum tersebut.

Kendati demikian, lanjut Nugroho, Harian Jogja sebagai kapal perusahaan sudah memikirkan kemungkinan terburuk yang kemungkinan terjadi di kemudian hari, yakni bangkrut seperti media cetak lain yang sudah lebih dulu tutup.

"Kalau nantinya kapal ini tenggelam, kami sudah punya sekoci yang sudah kami siapkan untuk menuju ke tujuan," tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, redaktur Harian Jogja Bhekti Suryani berpesan  pada mahasiswa untuk selalu meminta nomor kontak atau nomor handphone setiap kali bertemu narasumber. "Sebaiknya pegang kontak untuk dikonfirmasi melalui telepon. Jadi wartawan perlu minta kontak siapapun itu, entah itu petani atau pejabat," katanya.

Sementara itu, Tommy Apriando selaku dosen yang turut mendampingi kunjungan mahasiswa ke Harian Jogja mengatakan materi yang disampaikan pihak Harian Jogja bisa menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan seputar bisnis media cetak. "Ini pintu masuk teman-teman untuk belajar," katanya.

Kunjungan tersebut diikuti oleh tujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelas Jurnalistik 2, Fakultas Sosial dan EKonomi, Unriyo.