Cuaca Ekstrem di Bantul Diperkirakan Berlangsung Sepekan ke Depan

Salah satu rumah di Bantul yang tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang, Senin (18/11/2019). - Istimewa/BPBD Bantul
09 Januari 2020 06:27 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung selama sepekan kedepan.

Hal ini berdasarkan surat yang diterima BPBD Bantul dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Potensi cuaca ekstrem masih diprediksi terjadi seminggu ke depan di Indonesia termasuk DIY dan juga Bantul, ini berdasarkan surat yamg kami terima dari BNPB,"  katanya pada Rabu (8/1/2020).

Menanggapi perihal tersebut pihaknya pun segera melakukan rapat komprehensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan dan lurah desa di seluruh Bantul.

Dwi mengatakan koordinasi dengan pemerintah desa itu untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing.

Dari rakor itu hasilnya seluruh elemen menyiapkan tempat evakuasi sementara jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Tempat evakuasi itu dikatakan Dwi dapat menggunakan fasilitas umum di desa seperti masjid, sekolah, dan kantor balai desa.

"Jadi kalau terjadi banjir besar seperti 2017 dulu, sudah tidak panik tidak gagap, karena sudah ada persiapan dulu dengan menyediakan tempat evakuasi pengungsian sementara," katanya.

Selama musim penghujan ini ada empat jenis bencana yang dinilai berpotensi terjadi yaitu tanah longsor, angin puting beliung, petir dan banjir.

Dwi mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan terus mengamati kondisi sekeliling tempat tinggalnya.

"Bencana itu kan bisa kapan saja, yang penting kesiapsiagaan terus, masyarakat jangan sampai lengah, dan ketika kami belum datang, warga harus siap evakuasi diri sendiri jika dirasa kondisi cuaca semakin buruk, agar tidak ada korban harta maupun benda," tegasnya.