Rumah Warga di Prambanan Rusak Diterjang Longsor

Sukarelawan kebencanaan bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang merusak rumah warga di RT 07 RW 40 Ngrotorejo Madurejo, Prambanan, Sabtu (11/1/2020).-Ist - Dok. FPRB Bandung/Bondowoso
11 Januari 2020 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir berdampak pada longsornya sebuah talut di RT 07 RW 40 Ngrotorejo, Madurejo, Prambanan, Sleman Sabtu (11/1/2020). Material longsor merusak sebagian bangunan rumah milik Ponijo, warga setempat.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Prawoto Brewok, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari. Longsor terjadi akibat hujan yang turun sejak Jumat (10/1/2020). "Material longsor menjebol tembok kamar tidur, kamar mandi serta sebagian tembok dapur di rumah itu. Penghuni rumah sebanyak empat jiwa selamat," katanya, Sabtu.

Setelah menerima laporan warga, tim FPRB bersama sukarelawan BPBD dan warga langsung mengevakuasi korban. Ponijo dan tiga anggota keluarganya sementara waktu mengungsi di rumah kerabat. "Tim bekerja bakti bersama warga, membersihkan material dan puing-puing bangunan yang rusak. Bangunan yang rusak perlu dibangun kembali," kata dia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, mengungkapkan pihaknya sudah membantu kebutuhan logistik dan makanan siap saji. Melihat kondisi cuaca musim hujan masih akan berlangsung, dia berharap warga di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan.

"Musim hujan masih berlangsung dan lokasi tersebut termasuk yang rawan longsor. Kami mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi longsor susulan," katanya.

Pekan lalu pergerakan tanah juga terjadi di Dusun Losari 2 RT 04 RW 12, Desa Wukirharjo, Prambanan. Tembok rumah milik Sulis Widodo, 22, warga setempat mengalami retak-retak pada bagian pokok rumah yang berukuran 48 meter persegi itu. Akibatnya satu keluarga diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Potensi longsor
Ketua FPRB Bandung Bondowoso Prawoto Brewok, mengatakan berdasarkan hasil pemetaan tahun lalu di wilayah Prambanan terdapat lima desa yang dinilai paling rawan longsor. Meliputi Desa Bokoharjo, Gayamharjo, Sumberharjo, Wukirharjo dan Sambirejo. Meski begitu, katanya, hampir seluruh desa di wilayah Prambanan berpotensi bencana longsor.

Untuk memantau pergerakan tanah, lanjut Brewok, BPBD menempatkan tiga alat early warning system (EWS) longsor dengan sistem digital di Prambanan. Adapun wilayah potensi longsor lainnya sudah dilengkapi dengan EWS manual. "Kami terus memantau titik-titik yang rawan longsor. Terutama saat curah hujan sedang tinggi," katanya.