Advertisement

Pemkot Terbitkan 400 Kartu Khusus untuk Penghuni

Lugas Subarkah
Senin, 13 Januari 2020 - 21:27 WIB
Arief Junianto
Pemkot Terbitkan 400 Kartu Khusus untuk Penghuni Becak kayuh melintas saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com. JOGJA—Untuk memudahkan pengidentifikasian penghuni kawasan Malioboro saat diberlakukannya uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membagikan 400 kartu tanda masuk kepada Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Senin (13/1/2020).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menjelaskan kartu ini merupakan privilege (hak istimewa) bagi penghuni kawasan Malioboro untuk tetap bisa masuk meski menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

Kendati mendapatkan hak istimewa, namun para pengusaha di kawasan Malioboro tersebut tetap harus mematikan mesin sepeda motornya. "Ada petugas tidak harus ditanya mana KTP-nya, Jangan-jangan bohong. Makanya ini salah satu upaya untuk mempermudah akses masuk itu. Hanya berlaku pada roda dua, kalau sifatnya darurat dari Pemkot nanti yang masuk," katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kartu tersebut, kata dia, hanya untuk penghuni yang merupakan pemilik toko atau PPMAY, sebab jika warga yang tinggal tidak di jalan utama, masih bisa masuk lewat jalan sirip. Sementara penghuni yang berada di toko satu-satunya akses masuk hanya lewat jalan utama.

Kartu itu pun diakui dia tidak bernama, sehingga bisa digunakan secara bergantian oleh siapa pun anggota maupun karyawan PPMAY. Masing-masing toko dijatah dua kartu, sehingga dari 200 toko, total Pemkot mengeluarkan 400 kartu, dengan masa berlaku selama satu tahun.

Ketua 2 PPMAY, Lucas Mulyono, mengatakan toko yang berada di sepanjang Malioboro bukan saja sebagai tempat bisnis, melainkam juga tempat tinggal. Sehingga kalau jalan ditutup, penghuni akan kesulitan masuk ke rumahnya sendiri.

Ia mengungkapkan selama ini sering terjadi konflik antara penghuni dengan petugas penjaga jalan masuk Malioboro. Sebab kata dia, tidak semua penghuni memiliki KTP beralamat Malioboro atau Ahmad Yani. "Sementara ada juga yang mengaku penghuni, ternyata bukan. Petugas jadi bingung," ucap dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tragis! Resesi Bikin Rakyat Inggris Kelaparan

News
| Selasa, 27 September 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement