Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kepala Dusun Tleseh, Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo, Tariyo (tengah), menunjukkan fenomena sinkhole yang muncul di salah satu ladang milik warga, Selasa (7/1/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat hingga Minggu (12/1/2020) ada enam kejadian tanah ambles. Untuk meminimalkan dampak, dibutuhkan peta sungai bawah tanah karena amblesan tanah erat kaitannya dengan aliran tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan Pemkab hingga saat ini belum memiliki peta aliran sungai bawah tanah. Diduga keberadaan sungai-sungai ini menjadi penyebab munculnya sinkhole di sejumlah wilayah di Bumi Handayani. “Amblesan terjadi karena air hujan masuk ke ponor atau lubang alam dalam struktur tanah yang menuju ke sungai bawah tanah,” kata Edy kepada wartawan, Minggu.
Menurut dia, untuk upaya pemetaan sudah dimulai dengan digelar rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Rapat tak hanya menghadirkan tim dari Pemkab, tetapi juga melibatkan unsur TNI, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak [BBWSSO] serta tim ahli dari Universitas Gadjah Mada.
Hingga saat ini sudah ada beberapa lokasi yang dilaporkan ada fenomena sinkhole seperti dua di wilayah Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo; satu titik di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo dan pada Jumat (10/1/2020) muncul di telaga dekat SMK Negeri I Jepitu. Selain itu, juga muncul rekahan tanah di Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus dan Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Pangang. “Untuk kurun 2017 hingga 2019 ada kemunculan sinkhole di 36 lokasi,” katanya.
Menurut dia, pemetaan sungai bawah tanah tidak hanya melihat peta potensi kerawanan sinkhole, tetapi untuk melihat potensi sumber mata air. Dia tidak menampik saat kemarau banyak wilayah di Gunungkidul mengalami krisis air bersih. “Sumber-sumbernya memang banyak, tapi letaknya berada jauh di dalam tanah. Jadi, harapannya dengan pemetaan bisa membantu dalam upaya mengatasi masalah krisis air saat kemarau,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono. Menurut dia, di tahun ini Pemkab akan memetakan sungai bawah tanah. “Titik sungai bawah tanah sudah diketahui, tapi alirannya mengarah ke mana belum ada yang tahu. Kondisi ini akan ditelusuri sehingga arah air mengalir diketahui secara pasti,” katanya.
Menurut Drajat, saat aliran sungai bawah tanah diketahui maka dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi dalam penanganan air bersih. “Ya nanti bisa dibor di dekat wilayah yang sering mengalami kekeringan dan airnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar sehingga masalah krisis bisa diatasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ini mencakup 21 cabor, termasuk esports, atletik, bulu tangkis, wushu, dan angkat besi.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis pada Rabu (23/9/2026) dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Jadwal UEFA Nations League 2026/2027 mulai 24 September. Simak Belanda vs Jerman, Inggris vs Spanyol, dan jadwal lengkapnya.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.