Advertisement
WABAH VIRUS CORONA: Tenaga Kerja Asal China Belum Dilarang Masuk ke Jogja
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1 - 2020). / Yomiuri Shimbun via Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY belum memiliki kebijakan khusus terkait kemungkinan masih adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal DIY yang berada di China pascamerebaknya virus corona. Hal yang sama juga diberlakukan bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di DIY.
Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi menambahkan belum ada kebijakan khusus yang terkait merebaknya virus corona baik bagi TKI asal DIY maupun TKA yang berada di DIY. Pihaknya sebenarnya menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Advertisement
"Kalau dari pemerintah belum ada instruksi untuk lebih melarang, atau menyeleksi kami tidak ambil kebijakan lokal, menunggu kebijakan dari pusat tidak bertindak sendiri, sampai saat ini belum ada kebijakan khusus," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (28/1/2020).
Terkait TKA asal China yang berada di DIY jumlahnya tidak banyak. Hingga saat ini belum ada kebijakan khusus yang melarang masuknya TKA asal China. Sedangkan jumlah TKA asal China yang berada di DIY sebanyak 41 orang. "Tidak ada pelarangan tenaga kerja dan turis dari China, perhatian lebih pada imigrasi dan bandara harus lebih ketat, tidak ada spesifikasi khusus cara untuk terkait [virus corona]," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
- Gunungkidul Tunggu Izin Kemendagri untuk Pemilihan Lurah 2026
- Empat Pemuda Mabuk Curi Motor di Pleret, Satu Masih Buron
- Kuota Penonton PSIM Jogja vs Persis Solo Naik Jadi 9.000 Orang
Advertisement
Advertisement



