Sejumlah RT Tergusur Proyek Tol, Warga di Sleman Ramai-Ramai Bedol Desa

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
28 Januari 2020 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Desa Tirtoadi, Sleman, Sabari mengatakan sosialisasi pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen pada hari pertama, Selasa (28/1/2020) diikuti oleh warga Dusun Ketingan dan Ngrajek Lor.

Besok (Rabu, 29/1/2020) sosialisasi dilanjutkan bagi warga Dusun Sanggrahan dan Janturan. Adapun sosialiasi terakhir diberikan kepada warga Dusun Kaweden dan Gombang.

"Kalau hari ini didominasi area persawahan, besok didominasi permukiman," katanya.

Dia menyontohkan di Dusun Sanggrahan dan Janturan. Ada sebanyak tiga RT di Sanggrahan yang terdampak tol. Dua RT di antaranya akan digusur untuk proyek tol Jogja-Bawen.

Sedangkan di Janturan, ada satu RT yang terdampak. "Jadi mereka bedol desa. Termasuk rumah saya juga terkena proyek jalan tol. Saya satu-satunya kepala desa yang terkena jalan tol," katanya.

Menurutnya, Warga sebenarnya meminta adanya relokasi. Hanya saja dikarenakan sulitnya mencari lahan relokasi maka warga sendiri diminta untuk mencari lokasi lahan pengganti. "Makanya dari saat ini kami sudah meminta warga terdampak untuk mencari informasi lokasi yang akan dijadikan lahan pengganti," kata Sabari.