201 Balita Stunting di Kota Magelang Terima Bantuan Pangan
Pemkot Magelang menyalurkan bantuan pangan kepada 201 balita stunting sekaligus mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan.
Hujan lebat dan angin kencang di Kota Jogja./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di DIY, pada Sabtu (15/2/2020) siang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem itu terjadi seluruh wilayah Sleman, Kabupaten Bantul bagian tengah dan barat, Kulonprogo bagian Utara dan selatan, serta Gunungkidul bagian selatan dan utara.
Namun, di Kota Jogja dan Kota Wates, diperkirakan terjadi hujan lokal.
Pada malam hari, wilayah Bantul dan Wates juga diperkirakan terjadi hujan lokal. Adapun di Sleman, Gunungkidul dan Kota Jogja diprediksi berawan.
Pada dini hari, hujan lokal diprediksi terjadi Sleman dan Gunungkidul, sedangkan Bantul, Wates dan Jogja diprediksi berawan.
Suhu udara di DIY diperkirakan bervariasi mulai 23 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 95%.
BMKG juga mengingatkan warga untuk waspada terjadinya gelombang tinggi di pantai selatan yang diprediksi mencapai 2,5 hingga 3 meter. Angin diprediksi bertiup dari barat daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang menyalurkan bantuan pangan kepada 201 balita stunting sekaligus mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.
BNPB mencatat korban gempa NTT bertambah menjadi 103 orang. Sebanyak 1.666 warga mengalami luka dan penanganan masih dilakukan.
Jonatan Christie resmi menjadi tunggal putra nomor satu dunia setelah BWF memperbarui peringkat pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Tottenham resmi mendatangkan Savinho dari Manchester City. Winger Brasil itu dikabarkan ditebus 85 juta pound sterling atau sekitar Rp2 triliun.
Prabowo menargetkan Indonesia berhenti impor minyak dan LPG dalam tiga tahun dengan pembangunan PLTS 100 GWp dan penguatan energi nasional.