Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada hari ini, Jumat (20/1/2020).
Cuaca ekstrem itu diprediksi terjadi di Gunungkidul bagian Timur dan Tengah, Kulonprogo bagian Barat, Bantul Bagian Timur, Sleman Utara serta Kota Jogja.
Adapun prakiraan cuaca pada pagi hari, seluruh wilayah DIY terdiri Bantul, Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Jogja diprediksi cerah berawan.
Pada siang hari, Bantul dan Sleman diprediksi hujan sedang. Kulonprogo diprediksi hujan ringan sedangkan Jogja dan Gunungkidul diprediksi hujan lokal.
Pada malam hari, Kulonprogo diperkirakan hujan lokal, sedangkan empat daerah lainnya diperkirakan berawan. Saat dini hari, kelima wilayah diperkirakan mengalami hujan lokal.
Suhu udara diprediksi berkisar 23 hingga 32 derajat celcius dan kelembaban diprediksi 65 hingga 95%.
BMKG juga mengimbau warga di kawasan pantai selatan untuk waspada dengan potensi terjadinya gelombang tinggi. Gelombang diprediksi 2 hingga 3 meter. Arah angin bertiup dari barat ke timur dengan kecepatan sekitar 20 knots.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.