PGRI Menyayangkan Kekejaman Netizen Membully Keluarga Tersangka Kasus Susur Sungai Sempor

Tiga tersangka saat jumpa pers ungkap kasus tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
26 Februari 2020 16:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sekda DIY yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY Kadarmanta Baskara AJI menyayangkan kekejaman netizen merundung keluarga tiga tersangka kasus susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi.

Ia sepakat selain perhatian kepada para keluarga korban juga kepada keluarga tersangka yang saat ini menjadi korban bullying. Karena tindakan ketiga guru itu sama sekali bukan karena unsur kesengajaan, maka jika keluarga para guru menjadi sasaran bullying maka sangat tidak tepat.

"Bagaimana kami memberikan penghiburan kepada keluarga guru-guru ini, karena pasti mereka tidak berharap ini terjadi, karena ini bukan kesengajaan. Kalau kemudian keluarga para guru ini mendapatkan bullying dari pihak lain tentu tidak proporsional," katanya, Selasa (26/2/2020).

Ia mengimbau kepada semua masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif. Upaya yang baik dilaksanakan semua pihak saat ini adalah memberikan hiburan kepada keluarga korban dan mengembalikan mental anak yang menjadi korban selamat agar mereka bisa bersekolah bergaul seperti biasa. "Tetapi kalau ini dibesar-besarkan justru akan menimbulkan trauma lebih dalam kepada anak-anak," kata Aji.

Seperti diketahui, keluarga tersangka kasus susur Sungai Sempor tak luput dari aksi teror dan perundungan di media sosial oleh warganet akibat kelalaian tiga pembina pramuka itu dalam kasus yang menewaskan 10 siswa pekan lalu.