Kesaksian Keluarga Tersangka Kasus Susur Sungai: IYA Sempat Selamatkan 6 Anak Sebelum Ditahan Polisi

Tiga tersangka saat jumpa pers ungkap kasus tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
26 Februari 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Salah satu dari tiga pembina pramuka yang juga guru SMPN 1 Turi yang ditetapkan sebagai tersangkakasus susur Sungai Sempor adalah Isfan Yoppi Andrian (IYA).

Kakak sepupu dari tersangka IYA, Agus Sukamta, 58, warga Margorejo, Tempel, Sleman mengatakan kondisi keluarga IYA saat ini istri dari IYA sedang drop.

Lebih lanjut, kondisi anak IYA sendiri sudah masuk sekolah sejak Selasa (25/2/2020). Pada Jumat (21/2/2020) lalu anak IYA juga sempat masuk sekolah. "Dengan kasus ini mereka [anak IYA] selalu dikawal oleh sekolah. Jadi ketika belum dijemput ia ditunggu di tempat ruang guru. Alhamdulilah sekolah juga membantu," jelasnya.

Adapun, keluarga IYA sudah diungsikan ke rumah keluarganya yang juga berada di Sleman sejak Sabtu (22/2/2020). Begitu IYA tersangka keluarga langsung diungsikan. IYA juga tidak dijemput oleh polisi ke kediaman pribadinya. Lebih lanjut, IYA juga ikut melakukan penyelematan di tempat kejadian perkara (TKP).

"IYA juga menolong enam anak hingga selamat. IYA dikasih tahu jika ada korban di klinik dan puskemas, dia mencari ke sana dulu. Ketika IYA mendengar ada empat korban tewas, IYA juga sempat syok. Pasca-selesai melakukan evakuasi. IYA disuruh pulang untuk ganti baju. Dia kembali lagi ke TKP, setelah itu langsung diamankan oleh Polres Sleman. IYA tidak kembali sejak masuk ke Polres. Tengah malam hari Jumat (21/2/2020). Anaknya sempat tanya kok ayah enggak pulang," terangnya, Selasa (26/2/2020).

Agus Sukamta mewakili keluarga IYA tak lupa menghaturkan maaf kepada keluarga korban meninggal dunia dari siswa SMPN 1 Turi. Tak hanya kepada keluarga korban meninggal, ia juga menghaturkan maaf kepada keluarga korban siswa luka-luka yang mungkin mengalami trauma.

"Kami dari keluarga juga merasakan perasaan dari keluarga korban yang ditinggalkan. Kami bisa merasakan itu, untuk itu saya atas nama tersangka meminta permohonan maaf setulus-tulusnya dan mohon dari keluarga korban berkenan untuk memberikan maaf. Semoga anak didik yang juga menjadi korban ini diterima di sisi Allah SWT. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwajib.