193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Barang bukti sabu-sabu di Mapolres Bantul, Selasa (3/3/2020). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Samudra Wahyu Herlangga alias Aga, 29, tersangka penyalahgunaan narkotika diketahui mengedarkan sabu-sabu dalam berbagai kemasan, salah satunya dalam kemasan permen yang biasa dijual di warung-warung.
Menurut Aga, ide kemasan sabu dalam bungkus permen salah satu merek itu dilakukan sejak Januari lalu untuk mengelabuhi. Bungkus permen itu ia isi dengan sabtu 1 gram dan 1,5 gram dengan harga Rp600.000 sampai Rp1 juta.
Kemasan sabu itu ia kirim ke alamat alamat yang sesuai oleh pemesan. Dalam sehari ia bisa menyebar 10-20 bungkus di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Untuk wilayah DIY terbanyak di sepanjang Jalan Parangtritis dan Jalan Wates. "Pemesanan dilakukan via telegram," kata Aga di Mapolres Bantul, Selasa (3/3/2020).
Ia mengaku ide pengemasan sabu dalam kemasan 1-1,5 gram itu berasal dari orang yang dianggap bosnya. Orang tersebut yang kini masih dalam pengejaran polisi. Ia berdalih hanya ditugaskan untuk mencatat alamat dan mengantarkan pesanan ke alamat yang sudah dipesan. "Tugas saya hanya nyatet alamat dan menaruh [pesanan sabu] di jalan," ucap Aga.
Pria yang baru menikah seminggu lalu itu juga mengklaim tidak mengenal dengan bosnya karena tidak pernah bertemu kecuali via telepon selular.
Kasat Reserse Narkoba Polres Bantul, Iptu Ronny Prasadana mengatakan kemasan sabu dalam bungkus permen sudah banyak diedarkan oleh tersangka. Pihaknya meyakini kemasan sabu dalam bungkus permen tidak sampai ke anak-anak karena dijual berdasarkan pesanan dan diletakkan di tempat tempat tertentu.
Tersangka mendapatkan bungkus permen dengan cara membeli di toko, kemudian isinya dibuang dan diambil bungkusnya. "Setelah itu dia klip sendiri kemudian diedarkan. Sudah banyak ayang diedarkan dalam kemasan 1 gram dan 1,5 gram," kata Ronny.
Ronny juga tersangja Aga merupakan bandar sekaligus pengedar. Sebab residivis kasus yang sama dan baru keluar penjara pada 2018 lalu itu memiliki semua peralatan pengemasan. "Tersangka juga pengguna karena di kosnya ditemukan tiga alat hisap," ujar dia.
Aga ditangkap di sebuah indekos di Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Senin (2/3/2020) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Dari indekos tersangka ditemukan sejumkah narkoba dalam berbagai kemasan, di antaranya 1,1 kilogram ganja, tembakau gorila sebanyak 25,68 gram, ganja 25,58 gram, riklona 15 butir, obat daftar G 1000 butir, tiga alat hisap sabu-sabu atau bong, tiga unit timbangan digital untuk menakar sabu-sabu, sembilan telepon selular, plastik, dan uang tunai Rp1 juta.
Polisi menyebut total barang bukti yang diamankan nilainya mencapai sekitar 1,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 15 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 15 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.