Pariwisata Sleman Kena Dampak Wabah Corona, Banyak Tamu dari China Batalkan Kunjungan

Wisatawan saat berkunjung ke Candi Ratu Boko.- Harian Jogja - Yogi Anugrah
03 Maret 2020 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman terus mengantisipasi dampak penurunan kunjungan wisatawan asing akibat virus Corona. Pasalnya, sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) sudah melakukan pembatalan kunjungan.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan merebaknya virus Corona di sejumlah negara juga berdampak pada Indonesia. Kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk Sleman mengalami penurunan. "Ya, dampaknya tetap dirasakan oleh pariwisata Sleman khususnya kunjungan tamu asing untuk usaha Hotel," kata Sudarningsih saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Ning, sapaan akrabnya menjelaskan sejumlah calon wisatawan asing banyak yang membatalkan kunjungannya ke Sleman. Pembatalan kunjungan tersebut, lanjut Ning, dikarenakan adanya kebijakan imigrasi negara asal ataupun kebijakan keimigrasian Pemerintah Indonesia.

"Itu yang terjadi. Salah satu hotel sudah terkena imbas dari pembatalan ini. Hotel itu sudah memiliki tamu reguler dari China, setiap bulan dua kali kunjungan," jelasnya.

Salam setiap kunjungan, kata Ning, rombongan ini biasa memesan 25 room selama dua malam. Jika kunjungan sebanyak dua kloter yang rata-rata jatuhnya adalah 100 room per bulan, kata Ning maka selama Januari dan Februari hotel tersebut sudah kehilangan pendapatan 100 kamar.

"Itu artinya pada awal tahun ini kita sudah kehilangan 100 kamar per bulan. Kalau dibandingkan dengan okupansi awal tahun lalu saat ini jumlah wisman turun sekitar 15 persen," katanya.

Meskipun begitu, Dispar akan terus menggelar berbagai event berskala besar untuk tetap menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Hal itu dilakukan agar kunjungan wisatawan ke Sleman bisa terus tumbuh meskipun kondisinya tidak memungkinkan (akibat Corona).

"Untuk meminimalisir dampak ekononi dari lesunya kunjungan wisatawan asing sejak isu merebaknya virus corona, strategi yang kami lakukan adalah penguatan peran serta dan sinergi unsur pelaku pariwisata," katanya.

Selain itu, katanya, Dispar juga membentuk dan menguatkan branding (Sleman the Living Culture dan Sleman 1000 Candi). "Kami juga lakukan promosi dan mengikuti pameran di luar kota yang potensial. Menggelar travel dialog, penguatan event-event tematik seperti sport tourism, music, atau shopping untuk memaksimalkan local guest," katanya.

Pada Maret ini, kata Ning, tepatnya tanggal 6,7,8 Maret Dispar akan menggelar Event Sleman Gumyak yang merupakan bagian dari Jogja Heboh di Wisdom Park UGM. Pembukaan Jogja Heboh itu sendiri sudah dilakukan pada 2 Februari lalu dengan melaunching Great Sale di pertokoan besar di wilayah Sleman dan kabupaten kota lainnya di DIY.

"Even Sleman Gumyak dan great sale serentak ini merupakan salah satu upaya kami mengundang wisatawan berkunjung ke Sleman," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman Pustopo mengatakan dalam event Jogja Heboh 2020 Sleman berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan salah satunya Sleman Gumyak di UGM. "Sleman Gumyak akan diisi dengan beragam potensi yang dimiliki Sleman. Mulai wisata, produk UKM, kuliner dan sebagainya," katanya.