Bukan Hanya Dipenjara, Warga Binaan di DIY Diberi Pelatihan dan Diberi Sertifikat

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
05 Maret 2020 07:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kanwil Kemenkumham DIY menggandeng sejumlah lembaga untuk memberikan pelatihan kepada ratusan warga binaan yang nantinya bisa mengeluarkan sertifikat. Melalui pemberian sertifikat kepada warga binaan itu harapannya setelah bebas bisa menjadi referensi untuk mencari pekerjaan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani menjelaskan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap rehabilitasi warga binaan. Bahkan ia merencanakan sebuah terobosan dengan memberikan sertifikat hasil pelatihan kepada warga binaan.

Pelatihan yang dihelat di dalam Lapas itu melalui kerja sama dengan mitra Kanwil Kemenkumham DIY. Dengan memperoleh sertifikat itu harapannya bisa menjadi bekal setelah bebas untuk menjadi porto folio dalam mencari pekerjaan.

“Kami menggandeng mitra kerja sama untuk melatih warga binaan kemudian mendapatkan sertifikat, seperti membatik atau ketrampilan lainnya tetapi setelah memiliki kemampuan dari pelatihan itu kemudian mendapatkan sertifikat,” katanya kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Pada 2020 target pemberian sertifikat ini akan diberikan kepada 280 warga binaan. Akantetapi pada awal pelaksanaan di hingga Februari 2020 saja sudah ada sekitar 60 warga binaan dari berbagai Satuan Kerja di bawah Divisi Pemasyarakatan yang diberikan sertifikat setelah melalui kursus ketrampilan. Oleh karena itu kemungkinan sertifikat yang diberikan akan melebih dari target yang ditentukan.

“Di awal saja 60 warga binaan, jadi kemungkinan besar targetnya akan lebih dari itu [280 warga binaan],” katanya.

Secara umum, kata dia, rehabilitasi sosial juga akan diberikan kepada 200 orang warga binaan, rehabilitasi medis 200 orang yang dibagi dalam dua tahapan yaitu Januari hingga Juni 2020 dan sisanya berlanjut pada Juni hingga Desember 2020.

Ayu menambahkan jumlah warga binaan per Februari 2020 sebanyak 1.598 di berbagai Lapas dengan kapasitas 1.885 sehingga DIY belum termasuk over kapasitas. Selain itu sesuai arahan Gubernur DIY, bahwa tidak ada mutasi warga binaan dari luar DIY. “DIY ini salah satu dari tiga UPT di Indonesia yang tidak over kapasitas,” ujarnya.

Selain itu jumlah residivisnya di DIY cukup tinggi sebanyak 377 orang warga binaan yang didominasi kasus narkoba. Dari jumlah total warga binaan itu didominasi anak muda yang berasal dari kasus narkoba dengan angka sebanyak 600 orang.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Indro Purwoko menyatakan sesuai arahan dari Kemenkumham bahwa terkait pemasyarakat ada sejumlah resolusi berisi 16 poin sebagai target kinerja di 2020 yang harus dipenuhi. Salah satunya akan menekan jumlah over stay atau tahanan melampaui masa tahanannya tetapi masih tetap berada di Rutan karena berhubungan dengan pihak terkait lainnya. “Resolusi ini sebagai salah satu target dalam menangani pemasyarakatan,” katanya.