Penambang Pasir Hilang, Hari Kedua Pencarian Masih Nihil

Sejumlah warga beserta pihak berwajib berada di lokasi hilangnya korban penambang pasir yang diduga hanyut di Sungai Opak, Rabu (4/3/2020). - Harian Jogja - Ujang Hasanudin
05 Maret 2020 12:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pairin, 66, warga Dusun Kembangsong, Desa Trimulyo, Jetis, Bantul, yang dilaporkan hilang terbawa arus sungai Opak pada Rabu (4/3/2020) pagi, hingga Kamis (5/3/2020) siang ini masih belum ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan.

Kasi Operasional SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto, mengatakan proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan dengan menelusiri sungai Opak dari sekitar Jembatan Sindet atau lokasi awal korban dinyatakan hilang sampai muara sungai di pesisir pantai Depok.

Namun derasnya sungai Opak akibat hujan membuat pencarian korban sedikit terkendala sehingga hanya melalui penelusuran darat, "Penelusuran dilakukan di pinggir sungai," kata Bondan.

Selain tim penelusuran, sejumlah tim juga memantau di beberapa titik, seperti di bendungan Gayam, bendungan Ngelo, bendungan Canden, bendungan Tegal, dan muara sungai.

Total personel gabungan pencarian dan penyelamatan yang diterjunkan pada hari kedua ini sebanyak 75 personel dari berbagai instansi dan relawan masyarakat. Bondan mengatakan pemantauan lebih difokuskan daerah hilir karena mrlihat kondisi sungai yang cukup deras sejak Rabu kemarin.

Sebelumnya diberitakan Pairin hilang saat mandi di tempuran atau pertemuan sungai Opak dan Code di selatan jembatan Sindet. Dugaan korban hanyut itu berdasarkan keterangan keluarga bahwa korban pamit mandi. Pria yang kesehariannya menambang pasur tersebut terbawa arus juga dikuatkan dengan temuan sarung dan sandal jepit di sisi sungai.