Penambang Pasir Hilang, Diduga Terbawa Arus Sungai Opak

Sejumlah warga beserta pihak berwajib berada di lokasi hilangnya korban penambang pasir yang diduga hanyut di Sungai Opak, Rabu (4/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
04 Maret 2020 13:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pairin, 66, warga Dusun Kembangsong, Desa Trimulyo, Jetis, Bantul dilaporkan hilang saat sedang mandi di Sungai Opak, tepatnya selatan jembatan Sindet, dusun setempat, Rabu (4/3/2020) pagi. Korban yang kesehariannya menambang pasir di sungai tersebut diduga terbawa sungai dan hingga Rabu siang korban masih dalam pencarian.

Siti Marfuah, 45, keponakan korban mengatakan hilangnya korban itu berawal dari informasi warga yang datang ke rumah sekitar pukul 06.30 WIB. Warga tersebut, kata dia, melihat sarung dan sandal jepit yang diduga milik korban di pinggir tempuran atau pertemuan Sungai Code dan Opak, namun tidak menemui korban.

"Makanya tetangga itu memastikan Pak Pairin ada atu tidak di rumah," kata Marfuah, di lokasi kejadian. Pihak keluarga langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat kabar tersebut sekaligus untuk memastikan sarung dan sandal jepit itu milik Pairin.

Keluarga korban dan sejumlah warga setempat berusaha mencari korban di sekitar lokasi, namun tidak menemukannya. Kelurga melapor ke Polsek Jetis dan Search an Rescue (SAR) DIY sekitar pukul 09.15 WIB. Tim gabungan pencarian dan penyelamatan korban langsung melakukan pencarian dengan menyisir kedua sisi sungai hingga sejauh sekitar 1 kilometer.

Namun sampai pukul 12.00 WIB pencarian masih nihil. Koordinator Satlinmas Wilayah Operasional III Parangtritis, Arif Nugroho mengatakan total ada lebih dari 100 personel gabungan pencarian dan penyelamatan yang terlibat dari berbagai unsur. Penyisiran dilakukan dari darat dan sungai.

"Ada yang menyelam, ada yang menggunakan perahu karet, dan penyisiran darat," kata Arif. Penyisiran dilakukan sampai sejauh sekitar lima kilometer.

Kapolsek Jetis, AKP Muhammad Sholeh mengatakan saat kejadian kondisi sungai cukup deras karena ada peningkatan volume air dari hulu. Pihaknya juga mendapat informasi dari keluarga korban bahwa korban tidak bisa berenang. Kesehariannya mencari pasir di sungai saat kondisi sungai surut. Sementara jika kondisi sungai deras, korban biasa mencari kayu bakar.