Advertisement
Rempah-Rempah di Gunungkidul Laris Manis Gara-gara Virus Corona, Pedagang Kebingungan
Salah seorang pedagang bahan rempah-rempah di Pasar Ngawu, Playen. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi\\n
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejak merebaknya virus corona atau covid-19 di Indonesia, empon-empon ternyata menjadi vigur baru. Empon-empon yang berisi tanaman rempah-rempah seperti jahe, temulawak, hingga daun serai ini, yang diyakini warga bisa menghindari penularan virus tersebut, laris manis di pasaran.
Seperti yang dialami pedagang empon-empon di Pasar Ngawu, Playen, Suginem, 70. Ia mengaku sejak pagi tadi, banyak masyarakat yang datang ke lapaknya menanyakan bahan rempah-rempah tersebut. "Banyak yang datang menanyakan rempah-rempah seperti jahe, serai, temulawak dan lainnya kesini," ujarnya saat ditemui pada Rabu (4/3/2020).
Advertisement
Awalnya, dirinya tak mengetahui persis penyebab banyak masyarakat yang mencari rempah-rempaj tersebut. Namun, setelah mendengarkan penjelasan para pembeli yang ke lapaknya, dirinya mulai faham. Ia menuturkan rempah-rempah tersebut katanya bisa mencegah penularan covid-19.
"Ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak. Katanya untuk cegah corona," ujarnya.
Padahal, lanjut Suginem, sebelum-sebelumnya pembelian bahan rempah-rempah tersebut tidak terlalu ramai. Namun, setelah ramai corona di Indoensia, tingkat penjualannya mengalami peningkatan yang cukup. "Kan biasanya hanya untuk nyari bumbu dapur. Akhir nya jualan saya tambah laris," ujarnya.
Ngatemi, 70, salah seorang pedagang rempah-rempah lainnya mengaku kaget dengan ramainya orang yang datang ke lapaknya untuk membeli bahan-bahan yang kerap dibeli oleh emak-emak untuk bahan pelengkap masakan. Ia pun bahkan cukup kelabakan meladeni pembeli.
"Banyak yang nyari, dan hari ini memang agak ramai pembeli," ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Kardi, 85. Ia mengungkapkan sejak pagi memang sudah banyak yang mencari bahan-bahan rempah seperti jahe, kunyit, serai hingga temulawak dalam jumlah yang banyak.
"Kalau temulawak kemarin-kemarin sepi yang beli, tapi mulai pagi tadi cukup banyak yang menanyakannya," paparnya.
Suginem menambahkan salah satu jenis rempah yang cukup mengalami peningkatan dari sisi harga adalah jahe. Ia menuturkan hari biasanya, jahe hanya dikisaran Rp35.000 /kg, namun saat ini hampir berada dikisaran Rp50.000 /kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Satpol PP Bantul Tertibkan Baliho Raksasa di Jalur Protokol
Advertisement
Advertisement








