Polisi Selidiki Asal Usul Proyektil yang Ditembakkan ke Driver Ojol di Rusuh Babarsari

Kabid Humas Polda DIY Kombes pol Yuliyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di lobi Mapolda DIY, Senin (24/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
06 Maret 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Polisi menyelidiki asal usul proyektil yang bersarang di tubuh tiga driver ojek online (ojol) korban kerusuhan Babarsari.

Sebanyak enam orang dipastikan menjadi korban kerusuhan antara driver ojek online (ojol) dengan sekelompok orang yang terjadi di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Kamis (5/3/2020) sore.

Tiga di antaranya kini dirawat di RSPAU Hardjolukito karena ditemukan proyektil di paha ketiga korban. Sedangkan tiga lainnya hanya rawat jalan.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan jika keenam korban merupakan driver ojol. Selain korban luka, empat motor dari ojol juga menjadi korban dari aksi bentrokan tersebut lantaran mengalami kerusakan.

Adapun tiga orang yang tertembak proyektil telah dioperasi pada Jumat (6/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Tiga orang masih opname di RSPAU Hardjolukito. Di bawah kulit ada benda asing. Hasil rontgen menunjukkan jika benda asing tersebut sementara berbentuk kecil dan memanjang jadi bukan sejenis gotri. Benda asing dua korban di bawah kulit ada di paha sebelah kanan dan satu korban di kedalaman tiga sentimeter di paha kiri," ujar Yuliyanto, Jumat (6/3/2020).

Yuliyanto menambahkan, Polri tidak mempunyai proyektil dengan besarnya seperti yang ada di tubuh ketiga korban. Jika memang proyektil tersebut berasal dari sebuah senjata yang diduga air softgun, ia dan jawatannya juga akan melakukan penyelidikan di laboratorium forensik.

"Kalau di luar beredar informasi kalau itu [proyektil] berasal dari senjata api. Kami memastikan itu [proyektil] bukan senpi [senjata api] organik Polri. Proyektil juga bukan berbentuk gotri. Apakah ini dilontarkan dari softgun atau airgun sedang dilakukan pemeriksaan. Nanti saksi ahli juga akan didatangkan dari Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia [Perbakin]," jelasnya.

Seperti diketahui, kerusuhan pecah antara ratusan hingga ribuan driver ojol dengan sekelompok massa yang diduga debt collector pada Kamis di sejumlah wilayah di DIY. Antara lain di Jalan Babarsari.