Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi/Ist-Okezone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga bocah di Gunungkidul: Yulius Andrianto,7; Okta Ari Lestari atau Abel, 6; dan Arya Nando Catur, 6; ketiganya tinggal di Dusun Karangnongko, Ngloro, Saptosari ditemukan tewas tenggelam di ladang yang tergenang air hujan pada Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Anggota Tagana Gunungkidul, yang juga tetangga korban, Wasdi mengatakan, tidak ada yang tahu persis kapan ketiga bocah ini kelelep karena lokasi kejadian berjarak sekitar 500 meter dengan permukiman. Peristiwa ini bari diketahui saat Didik, salah seorang warga yang ingin pergi ke ladang untuk memberi makan kambing yang dipelihara di kandang tak jauh dari lokasi kejadian, sudah melihat jasad Yulius terapung. “Saksi pun langsung meminta bantuan warga untuk menolong korban,” kata Wasdi kepada wartawan, Minggu.
Menurut dia, jenazah Yulius kemudian diangkat dan diserahkan keluarga. Kemudian, keluarga bocah nahas itu mengungkapkan korban tidak bermain sendirian, karena ada dua bocah lain yang ikut bersama. Warga kemudian mencari keberadaan dua bocah lainnya dan akhirnya menemukannya di dasar ladang yang tergenang air hujan. “Kemungkinan besar ketiganya tidak bisa berenang sehingga tenggelam,” ujar Wasdi.
Wasdi mengatakan ladang berada di area yang lebih rendah sehingga menjadi muara air saat musim hujan. Kedalaman bervariasi dan sangat tergantung dengan kontur tanahnya. “Saat hujan, ladang ini selalu tergenang setiap tahun. Kedua jasad korban ditemukan di kedalaman sekitar 1,5 meter,” katanya.
Ketiga korban masih saudara. Yulius dan Abel adalah kakak beradik, sedangkan Nando adalah sepupu keduanya. “Ini murni kecelakaan. Jasad ketiganya juga sudah diserahkan kepada keluarga,” katanya.
Kepala Desa Ngloro Heri Yulianto menduga ketiga korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam di area ladang yang tenggelam.
Kapolsek Saptosari, AKP Wijayadi, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya bermain sendirian tanpa ada orang dewasa yang menemani. Ia pun berharap kepada masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini pelajaran sehingga kelak kemudian hari tidak terulang hal yang sama. “Kami berharap para orang tua bisa melakukan pengawasan. Apalagi di musim hujan seperti sekarang banyak genanangan yang bisa menimbulkan bahaya untuk keselamatan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Simak cara konsultasi psikolog menggunakan BPJS Kesehatan mulai dari cek kepesertaan, datang ke FKTP, pemeriksaan hingga prosedur rujukan.
Gianni Infantino mengusulkan konsultasi dengan 211 asosiasi anggota dan evaluasi independen tata kelola FIFA setelah kontroversi FIFA Forward Enterprise.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Ubaidillah mengalahkan tunggal putra Malaysia 21-11, 21-11 dan membawa tim beregu putra Indonesia ke semifinal Asian Games 2026.
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.