Negatif Corona, Mahasiswa Jepang yang Sempat Diisolasi di RSUP Dr. Sardjito Diizinkan Pulang

Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Rabu (29/1/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Maret 2020 19:17 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang mahasiswa asal Jepang yang sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pasien (RSUP) Dr Sardjito diizinkan pulang pada Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelumnya, dia sempat mengalami batuk dan suhu tubuh tinggi, sehingga dirawat di ruang isolasi.

"Saat pulang kondisinya sudah tidak panas dan membaik," ujar Banu Hermawan, Kepala Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Senin (9/3/2020).

Ia mengatakan mahasiswa tersebut diizinkan meninggalkan RSUP Dr Sardjito karena hasil dari Litbangkes Jakarta menunjukkan bahwa ia negatif virus Corona (Covid-2019). Hasil laboratorium diterima RSUP Dr Sardjito pada Sabtu (7/3/2020) pukul 22.30 WIB.

Pasien tersebut dirawat sejak 3 Maret 2020 dan rujukan dari RS Kota Jogja (Wirosaban). Ketika diterima pihak rumah sakit, ia masuk dalam kriteria pengawasan terhadap pasien ini.  "Dasar penerapannya karena kondisi pasien yang mengalami demam dan batuk berasal dari negara yang masuk dalam daftar negara positif Covid-19," katanya.

Adapun perawatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit yakni lab swipe Covid dan serum, rontgen dan pemeriksaan laboratorium rutin. Selanjutnya, sampel tersebut dikirim ke Balitbangkes di Jakarta.

Banu mengimbau masyarakat untuk menyikapi Covid-19 dengan tenang dan tidak panik. Rajin cuci tangan dan budayakan hidup sehat. "Cuci tangan dengan baik dan benar akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.