Keyboard yang Biasa Mengiringi Ibadah di Gereja Brosot Digondol Maling

Nita Rahayu Setya Mukti menunjukkan lokasi keyboard yang telah dicuri di Gereja Santa Theresia, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Senin (9/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Maret 2020 14:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sebuah alat musik jenis keyboard senilai Rp15 juta yang biasa digunakan untuk mengiringi peribadatan misa di Gereja Santa Theresia, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, digondol maling. Aksi pencurian itu terjadi pada Minggu (8/3/2020).

Adapun kasus pencurian ini baru diketahui pengurus gereja pada Senin (9/3/2020) pagi. Nita Rahayu Setya Mukti, salah satu pengurus Gereja Santa Theresia yang juga pengajar Kelompok Bermain Santa Theresia menjadi orang pertama yang mengetahui kasus ini.

"Sekitar pukul 07.00 WIB saya mau buka pintu aula yang terhubung dengan ruangan untuk beribadah, pintunya sih tertutup, tapi ternyata tidak terkunci," ucap, Nita kepada awak media, di Gereja Santa Theresia, Senin pagi.

Hal itu membuat Nita heran. Pasalnya setiap hari seluruh pintu gereja baik depan, samping maupun belakang pasti ditutup dan dikunci. Karena curiga ia lantas mengecek ruang peribadatan. Ia kaget saat mengetahui keyboard merek Yamaha yang biasa digunakan untuk mengiringi ibadah misa yang terletak di samping altar telah hilang.

Mulanya Nita beranggapan bahwa keyboard yang baru saja dibeli tiga bulan lalu itu dipinjam oleh pengurus gereja. Namun saat dikonfirmasi ke seluruh pengurus gereja, didapati bahwa tidak ada yang meminjam alat musik tersebut.

"Kemudian pengurus gereja lain datang ke sini, dan mengecek CCTV, ternyata keyboard ini hilang karena dicuri," ujarnya.