Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) secara massal masih menuai kendala. Pasalnya, terjadi ketidakcocokan data lintas instansi yang justru menghambat proses digitalisasi dan integrasi data kependudukan itu sendiri.
Kasus tersebut dialami salah satu warga pendatang asal Kalimantan Timur yang tinggal di Bantul, Oci Robyanto. Dia mengaku sudah tiba di lokasi perekaman data KTP-el massal yang digelar di Pendopo Parasamya II, Manding, Bantul, Selasa (10/3). Perekaman data massal itu rencananya digelar hingga Rabu (11/3/2020).
Kepada Harian Jogja, Oci mengaku sudah tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya lantaran ada sesi pembukaan maka pelayanan baru bisa dimulai satu jam setelahnya. Akibatnya dia pun harus menunggu cukup lama.
Akan tetapi persoalannya bukan cuma itu, ketika tiba giliran Oci, proses rekam data mengalami kendala lantaran petugas mengaku tidak menemukan data kependudukan Oci. Alhasil dia pun harus menunggu tim dari pusat untuk mencocokan data.
"Itulah kenapa saya daftar di sini karena cetak KTP el bisa dilakukan di Kalimantan. Harusnya kan datanya itu nasional, jadi saya bisa daftar di mana pun," ujar Oci saat ditemui di lokasi perekaman, Selasa.
Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Sugeng Purwanto, mengakui integrasi data penduduk memang perlu waktu. Ke depannya, KTP-el akan menjadi kartu sakti yang terjamin kepastian hukumnya. Masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan publik hanya dengan bermodalkan kartu identitas tunggal.
"Nantinya dompet masyarakat akan semakin tipis. Tidak perlu banyak kartu. Cukup satu dan bisa dipakai untuk apapun. Tapi itu butuh komitmen, penguatan kebijakan, serta komunikasi yang baik antar instansi," kata Sugeng, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Neymar resmi pensiun dari timnas Brasil setelah kalah 1-2 dari Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026. 80 gol dalam 130 laga jadi warisan sang megabintang.
Tiga makanan sederhana yakni mentimun, lemon, dan peterseli disebut dapat membantu menjaga fungsi ginjal dan menurunkan risiko batu ginjal.
Kemenangan Ai Ogura di MotoGP Belanda 2026 menyisakan empat pembalap yang masih menanti kemenangan perdana di kelas premier MotoGP.
8 fakta dramatis Brasil vs Norwegia: gol dianulir, penalti gagal, Haaland 2 gol, dan Brasil tersingkir di 16 besar sejak 1990. Norwegia ke perempat final!
Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik non-Tesla terlaris di Amerika Serikat pada semester pertama 2026 dengan penjualan mencapai 20.730 unit.