PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) secara massal masih menuai kendala. Pasalnya, terjadi ketidakcocokan data lintas instansi yang justru menghambat proses digitalisasi dan integrasi data kependudukan itu sendiri.
Kasus tersebut dialami salah satu warga pendatang asal Kalimantan Timur yang tinggal di Bantul, Oci Robyanto. Dia mengaku sudah tiba di lokasi perekaman data KTP-el massal yang digelar di Pendopo Parasamya II, Manding, Bantul, Selasa (10/3). Perekaman data massal itu rencananya digelar hingga Rabu (11/3/2020).
Kepada Harian Jogja, Oci mengaku sudah tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya lantaran ada sesi pembukaan maka pelayanan baru bisa dimulai satu jam setelahnya. Akibatnya dia pun harus menunggu cukup lama.
Akan tetapi persoalannya bukan cuma itu, ketika tiba giliran Oci, proses rekam data mengalami kendala lantaran petugas mengaku tidak menemukan data kependudukan Oci. Alhasil dia pun harus menunggu tim dari pusat untuk mencocokan data.
"Itulah kenapa saya daftar di sini karena cetak KTP el bisa dilakukan di Kalimantan. Harusnya kan datanya itu nasional, jadi saya bisa daftar di mana pun," ujar Oci saat ditemui di lokasi perekaman, Selasa.
Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Sugeng Purwanto, mengakui integrasi data penduduk memang perlu waktu. Ke depannya, KTP-el akan menjadi kartu sakti yang terjamin kepastian hukumnya. Masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan publik hanya dengan bermodalkan kartu identitas tunggal.
"Nantinya dompet masyarakat akan semakin tipis. Tidak perlu banyak kartu. Cukup satu dan bisa dipakai untuk apapun. Tapi itu butuh komitmen, penguatan kebijakan, serta komunikasi yang baik antar instansi," kata Sugeng, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Inflasi tahunan tercatat 2,88% dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.
Gunung Semeru mengalami lima kali erupsi pada Senin pagi dengan tinggi letusan hingga 700 meter. Status gunung masih Level III atau Siaga.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.