PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) secara massal masih menuai kendala. Pasalnya, terjadi ketidakcocokan data lintas instansi yang justru menghambat proses digitalisasi dan integrasi data kependudukan itu sendiri.
Kasus tersebut dialami salah satu warga pendatang asal Kalimantan Timur yang tinggal di Bantul, Oci Robyanto. Dia mengaku sudah tiba di lokasi perekaman data KTP-el massal yang digelar di Pendopo Parasamya II, Manding, Bantul, Selasa (10/3). Perekaman data massal itu rencananya digelar hingga Rabu (11/3/2020).
Kepada Harian Jogja, Oci mengaku sudah tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya lantaran ada sesi pembukaan maka pelayanan baru bisa dimulai satu jam setelahnya. Akibatnya dia pun harus menunggu cukup lama.
Akan tetapi persoalannya bukan cuma itu, ketika tiba giliran Oci, proses rekam data mengalami kendala lantaran petugas mengaku tidak menemukan data kependudukan Oci. Alhasil dia pun harus menunggu tim dari pusat untuk mencocokan data.
"Itulah kenapa saya daftar di sini karena cetak KTP el bisa dilakukan di Kalimantan. Harusnya kan datanya itu nasional, jadi saya bisa daftar di mana pun," ujar Oci saat ditemui di lokasi perekaman, Selasa.
Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Sugeng Purwanto, mengakui integrasi data penduduk memang perlu waktu. Ke depannya, KTP-el akan menjadi kartu sakti yang terjamin kepastian hukumnya. Masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan publik hanya dengan bermodalkan kartu identitas tunggal.
"Nantinya dompet masyarakat akan semakin tipis. Tidak perlu banyak kartu. Cukup satu dan bisa dipakai untuk apapun. Tapi itu butuh komitmen, penguatan kebijakan, serta komunikasi yang baik antar instansi," kata Sugeng, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.
Davide Tardozzi mengakui keunggulan Aprilia usai MotoGP Mandalika. Ducati menatap Phillip Island di tengah persaingan gelar yang ketat.
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.
Chery Malaysia menarik 8.878 unit Omoda 5 setelah as roda belakang terlepas. Simak penyebab, cakupan recall, dan cara mengecek VIN.