Jadi RS Pendukung Rujukan Covid-19, Stok APD di RSUD Wates Masih Kurang

Foto Ilustrasi. - Reuters
12 Maret 2020 07:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES - Sebagai rumah sakit pendukung rujukan penanganan Covid-19, hingga Rabu (11/3/2020) RSUD Wates masih kekurangan stok alat pelindung diri (APD). Otoritas tengah mengusulkan penambahan stok ke jawatan terkait.

Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati mengatakan bahwa saat ini di rumah sakit tersebut baru tersedia masker jenis n-95 dan beberapa gaun bedah kain. Sejumlah APD lain bahkan belum dimiliki, seperti kacamata goggle, penutup kepala, dan gaun bedah disposable.

"Gaun belum punya yang disposable karena standarnya itu. Kalau [stok] masker di semua bangsal yang ada isolasinya masih aman," kata Lies.

Untuk penanganan virus corona, RSUD Wates sudah menyediakan enam ruang isolasi, yang terdiri dari satu ruang isolasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu ruang di Intesive Care Unit (ICU), dua ruang di Bangsal Gardenia, dan dua ruang di Bangsal Bougenvile.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menuturkan status RSUD Wates yang saat ini belum menerima pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus Corona. RS ini baru tahap menerima orang dalam pemantauan (ODP) membuat APD belum begitu diperlukan.

"Rumah sakit rujukan Corona yang utama itu RSUP Sardjito dan RS Panembahan Senopati. Kita sebagai backup, jadi saat ini sambil berjalan proses pengusulan [penambahan APD] ke Kemenkes," kata Budi.

Dijelaskannya, jika kelak ruang isolasi di RSUP Sardjito dan RS Panembahan Senopati penuh dengan pasien suspect Corona, maka RSUD Wates akan siap menampung pasien suspect Corona dengan status PDP. Kalaupun stok APD masih belum ditambah, stoknya akan dimintakan dari kedua rumah sakit utama rujukan Covid-19 tersebut.

"Sementara kami hanya menangani ODP. Kami juga imbau masyarakat untuk tidak panik, sementara aman," tegasnya.

Perkembangan terakhir yang didapat Harian Jogja, RSUD Wates tengah merawat lima lansia berstatus ODP lantaran mengeluhkan batuk dan sesak napas usai menjalani ibadah umrah. Dari jumlah itu, empat orang rawat inap dan satu orang rawat jalan. Empat orang yang dirawat jalan itu terdiri dari dua orang berjenis kelamin laki-laki dan dua lainnya perempuan. Sementara yang dirawat jalan berjenis kelamin laki-laki.